RADAR BOGOR – Geliat arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, mulai menunjukkan peningkatan signifikan.
Meski belum puncak mudik, lonjakan penumpang di Terminal Baranangsiang sudah terasa terutama warga yang melakukan perjalanan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di wilayah Jawa Barat.
Kepala Terminal Baranangsiang, Moses Lieba Ary, mengatakan peningkatan tersebut terlihat dari data produksi harian hingga H-6 Lebaran atau Minggu 15 Maret 2026.
Berdasarkan data tersebut, pergerakan penumpang bus AKDP menuju berbagai wilayah di Jawa Barat melonjak tajam nyaris dua kali lipat hanya dalam kurun waktu tiga hari.
Pada H-8 atau Jumat 13 Maret 2026, tercatat sebanyak 781 penumpang berangkat menggunakan 70 armada bus AKDP.
Angka itu kemudian meningkat menjadi 1.252 penumpang dengan 72 armada pada H-7 Sabtu 14 Maret 2026, dan kembali naik menjadi 1.368 penumpang dengan 81 armada pada H-6. “Trennya terus meningkat dan saat ini masih didominasi oleh rute dalam provinsi,” ujarnya.
Tingginya minat masyarakat terhadap perjalanan jarak dekat ini bahkan melampaui tren keberangkatan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Pada periode yang sama, penumpang AKAP tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera tercatat sebanyak 766 orang pada H-8 dan meningkat menjadi 949 penumpang dengan 109 armada pada H-6.
Pihak terminal memprediksi volume pergerakan bus dan penumpang, baik jarak menengah maupun jauh, akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring mendekatnya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Sementara itu, petugas BPTD Kelas I Jawa Barat, Syafii, melaporkan kondisi arus mudik di Terminal Baranangsiang pada Senin 16 Maret 2026 terpantau ramai namun tetap terkendali.
Ia menyebutkan, jumlah penumpang berangkat tercatat sebanyak 1.598 orang, sementara penumpang datang mencapai 798 orang.
Untuk pergerakan kendaraan, tercatat 144 kendaraan berangkat dan 126 kendaraan datang. “Situasi ramai, namun tidak terjadi penumpukan penumpang,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, menyebut puncak arus mudik nasional diperkirakan terjadi pada Rabu 18 Maret 2026. Untuk mengantisipasi kepadatan, Polri akan menerapkan skema one way nasional.
“Puncak arus mudik diperkirakan tanggal 18, sekitar pukul 10.00 sampai 12.00 WIB akan diberlakukan one way nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga H-5 Lebaran, pergerakan kendaraan pemudik dari Jakarta masih sekitar 28 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan.
“Artinya masih ada sekitar 72 persen kendaraan yang belum melakukan perjalanan. Ini yang terus kami kelola agar tidak terjadi penumpukan,” tandasnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin