RADAR BOGOR - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menggelar dialog dengan mahasiswa Cipayung di Balai Kota Bogor menjelang waktu berbuka puasa, Kamis, 19 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, serta jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor.
Dedie Rachim menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bogor dalam membangun kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah, dengan tetap membuka ruang bagi kritik yang bersifat konstruktif sebagai bahan evaluasi.
“Karena arah pembangunan Kota Bogor tetap memerlukan masukan dari masyarakat, selama kritik yang disampaikan bersifat membangun,” ujar Dedie Rachim dalam keterangannya dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Bogor.
Menurutnya, pada awal masa kepemimpinannya bersama Jenal Mutaqin, fokus utama diarahkan pada pembenahan birokrasi. Selain itu, efisiensi anggaran juga menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah berupaya mengoptimalkan penggunaan anggaran agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Di sektor transportasi, layanan Biskita yang sempat berhenti sebelum dirinya menjabat kini kembali beroperasi dengan dukungan APBD Kota Bogor. Di sisi lain, pemerintah juga mendorong peningkatan investasi guna memperkuat pendapatan daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas kota, mendorong aktivitas ekonomi, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Selain persoalan lokal, Dedie juga menyinggung tantangan global berupa dinamika geopolitik yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk ketahanan energi. Ia menilai kondisi ini memerlukan kerja sama lintas pihak serta inovasi untuk menghadapinya.
Ia menegaskan bahwa berbagai tantangan tersebut harus dihadapi secara bersama-sama melalui peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus yang perlu memahami dinamika nasional maupun global.
Perwakilan mahasiswa, Abdullah, mengapresiasi kehadiran para pimpinan daerah yang telah membuka ruang dialog dengan organisasi kemahasiswaan.
Ia menyebutkan bahwa forum tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara mahasiswa dan pemerintah.
Abdullah juga menegaskan komitmen mahasiswa Cipayung untuk terus mengawal kebijakan serta berkontribusi dalam pembangunan Kota Bogor.
Ia menambahkan bahwa setiap organisasi mahasiswa secara berkelanjutan melakukan proses kaderisasi guna melahirkan pemimpin masa depan yang berkualitas, inovatif, dan siap mengawal jalannya pemerintahan.
Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga diharapkan mampu memberikan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan demi kemajuan kota dan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Eka Rahmawati