RADAR BOGOR - Lintasan kereta sebidang di Jalan MA Salmun, Kecamatan Bogor Tengah bakal ditutup. Ini menjadi rencana menengah Pemerintah Kota Bogor.
Pernyataan itu disampaikan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. Ia menyebut pemerintah pusat juga sudah melayangkan surat untuk menutup lintasan kereta MA Salmun itu.
“Langkah penataan adalah penutupan lintasan kereta satu bidang di MA Salmun seperti yang sudah disampaikan sebelumnya oleh pemerintah pusat,” jelas Wali Kota Bogor Dedie Rachim.
Dedie mengatakan Pemerintah Kota Bogor juga sudah melakukan dengan KAI terkait rencana penutupan perlintas kereta itu. Hanya saja belum intens dilakukan.
“Kami belum Intens (Komunikasi dengan PT KAI Persero) tapikan kita harus persiapkan,” terang Dedie saat dikonfirmasi lebih lanjut, Kamis, 25 Maret 2026 siang.
Jika penutupan lintasan kereta itu diamini, Dedie turut mengusulkan agar KAI membangun akses penyebrangan bagi para pejalan kaki.
“Yang pasti kita sedang juga mengusulkan dibuatkan semacam jembatan lenyebrangan orang dan notor,” ujar Dedie pada Radar Bogor.
Dedie enggan berkomentar banyak terkait rencana penutupan perlintasan kereta di MA Salmun. Baginya semua masih dalam proses komunikasi.
Penutupan lintasan kereta di MA Salmun disebut Dedie sejalan dengan rencana Pemkot Bogor. Kedepan pihaknya akan merelokasi sejumlah PKL yang ada di lokasi tersebut.
“Rencananya semua pedagang yang ada di Dewi Sartika Sawojajar dan MA Salmun kita akan masukan di Nyi Raja Permas,” ujar Dedie.
Pemerintah Kota Bogor akan membangun semacam hanggar di Nyi Raja Permas. Mereka akan mengelompokkan para pedagang sesuai dengan jenis dagangannya.
“Jadi semua PKL baik buah sayur maupun bunga nanti di belakang Propindo. Nah untuk yang kuliner nanti disamping blok F dan Masjid Agung,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga