Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

EEG Itu Apa Sih? Mengenal EEG : Pemeriksaan Otak yang Penting untuk Anak

Yosep Awaludin • Selasa, 6 Mei 2025 | 13:12 WIB
dr. Jenny Br. Ginting, Sp.A (K), yang saat ini berpraktik di Rumah Sakit Melania Bogor menjelaskan soal pemeriksaan EEG
dr. Jenny Br. Ginting, Sp.A (K), yang saat ini berpraktik di Rumah Sakit Melania Bogor menjelaskan soal pemeriksaan EEG

RADAR BOGOR – Pernah dengar istilah pemeriksaan EEG? EEG (Elektroensefalografi) adalah pemeriksaan untuk melihat aktivitas listrik otak.

Pemeriksaan EEG ini sangat penting, terutama untuk anak-anak dengan gejala seperti kejang, kesadaran menurun, atau gangguan perkembangan, sehingga sangat membantu dokter dalam menegakkan diagnosa.

“EEG itu menggambarkan rekaman aktivitas listrik otak. Pemeriksaan ini membantu kita mengetahui apakah ada gangguan seperti epilepsi atau kelainan fungsi otak lainnya,” ujar DokterJenny, sapaan akrab dr. Jenny Br. Ginting, Sp.A (K).

Lebih lanjut, Dokter Jenny menjelaskan, pemeriksaan EEG ini bukan hanya untuk anak yang kejang, ada banyak kondisi juga yang membuat EEG perlu dilakukan dengan beberapa tanda yang perlu diwaspadai orang tua, seperti:

• Anak sering kejang, baik kejang demam atau kejang tanpa sebab jelas
• Tiba-tiba diam atau bengong tanpa sadar (seperti “melamun”)
• Gangguan tidur atau gerakan aneh saat tidur
• Bicara terlambat, atau perkembangan tidak sesuai usianya
• Trauma kepala (misalnya pernah jatuh atau terbentur keras)
• Sering pingsan atau hilang kesadaran sesaat
• Gerakan tubuh yang tidak biasa dan berulang

Salah satu kekhawatiran orang tua adalah EEG itu menyakitkan atau menyeramkan untuk anak. Dokter Jenny menegaskan, EEG merupakan prosedur yang sederhana, aman dan tidak menimbulkan rasa sakit.

“Orang tua nggak perlu takut duluan. EEG itu aman banget, nggak sakit, dan bisa bantu kita tahu lebih cepat kalau ada masalah di anak, Kadang anak malah ketiduran saat diperiksa. Kami juga buat suasana senyaman mungkin, jadi anak nggak takut,” ujar dr. Jenny.

“Anak hanya perlu tenang, duduk atau tidur selama pemeriksaan, lalu beberapa elektroda ditempelkan di kepala untuk merekam aktivitas otaknya. Tidak ada rasa sakit sama sekali,” pungkasnya.

dr. Jenny Br. Ginting, Sp.A (K), saat ini berpraktik di Rumah Sakit Melania Bogor, yang menyediakan layanan EEG khusus anak dengan pendekatan ramah anak dan ruang pemeriksaan yang nyaman.

“Kami sediakan suasana yang menyenangkan agar anak tidak takut. Pemeriksaan juga dilakukan oleh tim yang berpengalaman menangani anak-anak, termasuk anak berkebutuhan khusus,” jelas dr. Jenny.

Selain EEG, RS MELANIA juga menyediakan layanan tumbuh kembang, terapi wicara, fisioterapi anak, dan konsultasi neurologi anak secara menyeluruh.

dr. Jenny berharap orang tua peka terhadap tanda-tanda gangguan neurologis. “Jangan tunggu parah. Pemeriksaan seperti EEG bisa jadi langkah awal untuk deteksi dini dan terapi yang tepat,” tuturnya.

“Semoga orang tua menjdi lebih paham dan mengerti tujuan dilakukan EEG dan bagaimana prosedur pemeriksaannya, sehingga jika ada keluhan bisa segera berkonsultasi ke Dokter Spesialis Anak untuk memastikan apakah anaknya perlu EEG atau tidak," pungkas dokter Jenny. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#EEG #pemeriksaan #otak