RADAR BOGOR - Sejarah dan kisah panjang Bogor kian menarik untuk diulik. Isyarat peradaban dan kemajuan wilayah ini semakin meluas.
Tak hanya berhenti di Batutulis dan Suryakencana, namun juga melebar hingga ke kawasan Mulyaharja Bogor.
Peneliti Mandiri yang tergabung di Bujangga Manik Society baru-baru ini menemukan adanya tanda-tanda kehidupan maju di daerah yang kini masuk ke Kecamatan Bogor Selatan tersebut.
Terdapat pecahan-pecahan keramik yang disinyalir berasal dari Tiongkok pada periode sangat lampau.
Peneliti, Dita S mengatakan pecahan keramik tertua yang ada di situs itu diketahui berasal dari periode Dinasti Song di Tiongkok pada abad 12-13 Masehi.
Temuan itu berupa tiga pecahan kaki sebuah wadah terbuka yang kemungkinan dulunya merupakan mangkuk.
Kemudian terdapat pula pecahan keramik dari periode Dinasti Yuan di abad 13-14 Masehi. Serta Dinasti Ming di abad 15-17 Masehi yang berupa porselen dengan warna biru-putih.
Selain itu terdapat pula pecahan keramik dari luar Tiongkok yakni dari Vietnam berupa keramik dengan sebutan "Annam) dan Thailand. Pecahan keramik ini berasal dari abad 15-16 Masehi.
Terakhir yang termuda pecahan keramik yang kemungkinan dulunya merupakan sebuah cepuk yang berasal dari periode Dinasti Qing dari Tiongkok pada abad 18-19 Masehi.
"Pecahan keramik tersebut ditemukan di Mulyaharja di situs megalitik oleh penduduk sekitar di area persawahan. Kemudian dikumpulkan dan kami analisis," terang Dita kepada Radar Bogor, Kamis (29/5/2025).
Penemuan keramik itu pun menurutnya mengindikasikan adanya 'kesibukan' di wilayah tersebut.
Peninggalan yang se-jaman dengan temuan-temuan di situs Batutulis ini menguatkan adanya peradaban yang berjalan di Mulyaharja pada era tersebut.
"Adanya keramik dari berbagai wilayah luar Bogor seperti Tiongkok, Vietnam, dan Thailand menunjukan adanya hubungan relasi antar Bogor dengan beberapa negara Asia lainnya yakni perdagangan Internasional pada masa tersebut," ungkap Dita.
Fragmen Keramik-keramik tersebut kini sedang dipamerkan dalam Pameran Pakwan Pajajaran di Balai Kota Bogor. Pameran ini berlangsung 29 Mei hingga 5 Juni 2025 mendatang. (fat)
Editor : Yosep Awaludin