RADAR BOGOR – Berlakunya ketentuan pembayaran royalti musik membuat manajemen Mie Gacoan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, lebih berhati-hati.
Bahkan, manajemen Mie Gacoan Sholeh Iskandar tidak bisa memutar lagu secara sembarangan.
Floor Manager Mie Gacoan Sholeh Iskandae, Ginanjar Maulana menjelaskan, semua daftar musik sudah dikirim langsung dari manajemen pusat.
Ditingkat cabang hanya diberi kewenangan untuk mengunduh musik yang sudah ditentukan.
“Semua sudah diatur pusat, termasuk lagu apa saja yang diputar selama enam jam. Kami di cabang tidak bisa sembarangan memutar lagu,” terang Ginanjar pada Radar Bogor.
Untuk itu, Ginanjar sendiri tidak mengetahui pasti skema hitungan pembayaran royalti.
Sebab, semuanya sudah langsung diurus oleh manajemen pusat. Pihaknya hanya merekomendasikan pajak di daerah saja.
“Permasalahan besar seperti ini langsung ditangani pusat. Kami di cabang hanya berkoordinasi dan mengikuti arahan,” kata Ginanjar.
Ginanjar juga turut menanggapi soal pembayaran royalti musik yang terjadi pada cabang Mie Gacoan di bali.
Dia menyebut gerai itu beda manajemen dengan yang saat ini tengah dikelolannya.
Ia menegaskan, tidak ada dampak pada jumlah kunjungan pelanggan di cabang Soleh Iskandar.
Pengunjung tetap datang karena yang diunggulkan Mi Gacoan adalah rasa mie-nya.
“Kalau soal mie, rasanya tetap berbeda dibanding kompetitor. Slogannya saja ‘mie terpedas nomor satu di Indonesia’,” pungkasnya.
Selain produk, Mi Gacoan Soleh Iskandar juga mengedepankan pelayanan prima kepada pelanggan.
Strateginya mulai dari sambutan hangat di kasir hingga penanganan cepat jika ada komplain.
“Menjual produk bukan hanya soal rasa, tapi juga membuat customer nyaman. Salah satunya dengan senyum saat menyapa,” pungkasnya.(rp1)
Editor : Alpin.