Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dari Ecobrick hingga Lampion Galon, Begini Kisah Inovasi Sampah RT 04 Kebon Pedes di Lomba Bogorku Bersih

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 7 November 2025 | 20:03 WIB
RT 04 RW 11 Gang Nila, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal mengikuti penilaian Bogorku Bersih 2025.
RT 04 RW 11 Gang Nila, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal mengikuti penilaian Bogorku Bersih 2025.

RADAR BOGOR – RT 04 RW 11 Gang Nila, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, punya cara kreatif mengelola sampah.

Dari botol bekas jadi eco brick hingga galon air mineral disulap jadi lampion, semua dikerjakan gotong royong untuk mewujudkan lingkungan bersih dan indah dalam ajang Bogorku Bersih.

Bagi Warga RT 04 RW 11 Gang Nila, cara unik yang mereka lakukan ini tak lain untuk menjaga semangat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Mereka pun tak hanya ikut lomba Bogorku Bersih setiap tahun, tetapi menjadikannya sebagai gerakan kolektif untuk mengurangi sampah dan memperindah lingkungan tempat tinggal.

Ketua RT 04, Bambang Wiranto, mengatakan warga sudah aktif mengikuti lomba Bogorku Bersih sejak pertama kali digelar pada 2016.

Saat itu, wilayahnya berhasil masuk 20 besar dari sekitar 480 peserta.

Setahun kemudian, pada 2017, RT 04 meraih prestasi lebih tinggi dengan menjadi juara dua.

“Dari awal kami ikut bukan untuk kejar juara. Yang penting lingkungan bersih, warga sadar kebersihan, dan anak-anak terbiasa buang sampah pada tempatnya,” ujar Bambang.

Bambang menjelaskan, warga mulai berinovasi dalam mengelola sampah rumah tangga.

Mereka mengumpulkan sampah plastik dari rumah, memotong kecil-kecil, lalu memasukkannya ke dalam botol bekas air mineral hingga padat.

Hasilnya disebut eco brick dan bisa dimanfaatkan untuk membuat kursi atau hiasan taman.

Selain membuat eco brick, warga juga mengolah botol, kaleng, dan kardus bekas minuman menjadi pot tanaman.

Hampir setiap rumah kini memiliki tanaman hias atau tanaman produktif seperti cabai, tomat, dan sayuran kecil.

“Saya dorong setiap rumah punya tanaman di depan rumah. Ke depan, kami ingin buat pot dari bahan herbal di tepi jalan supaya lingkungan lebih hijau,” katanya.

Inovasi lain yang menarik perhatian adalah lampion dari galon bekas air mineral.

Galon-galon bekas itu dipotong, dicat, lalu diberi lampu di dalamnya.

Lampion ini dijual dengan harga terjangkau, hanya untuk menutup biaya lampu dan tenaga kerja.

“Lampion dari galon bekas itu banyak disukai. Anak-anak senang karena rumahnya jadi terang dan cantik. Kami tidak cari untung, hanya supaya barang bekas tidak terbuang,” kata Bambang.

Kegiatan kebersihan juga sudah menjadi rutinitas warga. Setiap Jumat pagi, para ibu rumah tangga melakukan kerja bakti membersihkan pagar, menyapu jalan, dan menata tanaman.

Kini mereka tak perlu lagi digerakkan, karena sudah sadar pentingnya kebersihan lingkungan.

Pada 2024, wilayah RT 04 juga ditetapkan sebagai Kampung Pancasila oleh Pemerintah Kota Bogor.

Program ini makin memperkuat semangat gotong royong warga dalam menjaga lingkungan dan memperindah wilayah.

Bambang berharap program Bogorku Bersih tetap menjadi agenda tahunan dan diikuti lebih banyak RT.

Ia mengusulkan agar setiap RT diminta membuat satu eco brick setiap minggu, lalu dikumpulkan di kelurahan untuk dijadikan karya bersama.

“Nanti bisa disusun jadi tulisan atau slogan seperti ‘Bogor Ngahiji’ atau ‘Cintaku Bogor’. Kalau semua RT setor, hasilnya bisa jadi karya besar dari sampah yang bermanfaat,” ujarnya.

Meski banyak inovasi, Bambang menyebut ada tantangan baru yang perlu perhatian, yaitu meningkatnya sampah plastik dari kemasan belanja daring, terutama plastik bubble wrap.

Ia kini mengumpulkan plastik jenis itu untuk dijadikan hiasan rumah dan contoh bagi warga lain.

“Ini masalah baru yang harus kita hadapi bersama. Kalau bisa dimanfaatkan, kenapa tidak? Saya mulai dulu dari rumah, mudah-mudahan warga lain ikut,” tutupnya. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #bogorku bersih #Kebon pedes