Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jadi Stasiun Hasil Bumi Pertama, Pemkot Bogor Minta Usulan Stoplet Sukaresmi Segera Direalisasikan

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 7 November 2025 | 21:27 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.

RADAR BOGOR - Pembangunan Stoplet Sukaresmi diminta untuk segera direalisasikan. Fasilitas ini dinilai dapat memberikan efek domino yang cukup positif bagi masyarakat di Bogor Raya.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan dalam perencanaannya, Stoplet Sukaresmi diusulkan jadi Stasiun angkut hasil bumi. Ini merupakan hasil disukusinya bersama PT KAI.

Di wilayah Bogor Barat banyak ditemukan hasil bumi yang berkualitas. Maka para petaninya disebut mesti memiliki moda tranportasi untuk mendistribusikannya.

“Maka saya berharap Stoplet Sukaresmi jadi Stasiun KA Hasil Bumi pertama di Indonesia,” jelas Dedie saat dihubungi Radar Bogor, Jumat (7/11/2025) malam.

Namun dalam prosesnya, Dedie mengaku pihaknya belum menerima perkembangan lebih lanjut dari Kementrian Perhubungan dan PT KAI. Padahal lahannya sudah disiapkan.

Dedie menerangkan Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan lahan untuk Stoplet Sukaresmi. Luasnya pun dinilai cukup. Dan lokasinya dipandang strategis untuk diakses.

“Luasan lahan sekitar 1,6 hektare dan siap untuk dapat dimanfaatkan. Lokasinya mulai dari atas underpas Sholeh Iskandar. Tinggal dorong PT. KAI dan Kementerian Perhubungan untuk realisasikan,” jelas Dedie.

Semula Stoplet Sukaresmi akan dibuat semacam Central Business District (CBD). Namun Dedie menerangkan jika itu tidak memungkinkan cukup dibuatkan saja stasiun kereta bergaya minimalis.

“Itu usulan awal (CBD) yang saat ini tidak usah seperti itu. Cukup minimalis yang penting fungsi stasiun hasil bumi dan ini untuk mendukung ketahanan pangan juga,” ucap Dedie.

Bukan cuma itu, Dedie menerangkan keberadaan Stoplet Sukaresmi juga memiliki manfaat lain. Misalnya mengurai kepadatan penumpang di Stasiun Bogor.

Jika mengacu pada data penumpang Stasiun Bogor per hari, mereka kedatangan 100 ribu penumpang KRL. Ini merupakan hitungan di hari biasa, belum termasuk hari libur.

“Jadi ini juga bertujuan untuk mengurai penumpang KA yg datang dari Bogor wilayah Barat dan Utara agar tidak semua naik turun di Stasiun Bogor dan di Alun-alun,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#kota bogor #Stasiun Sukaresmi #pemkot bogor