RADAR BOGOR – Rangkaian Bhakti Lintas Agama Kota Bogor 2026 berlanjut dengan kegiatan bersih-bersih rumah ibadah lintas iman.
Masjid Agung Kota Bogor menjadi lokasi kelima pelaksanaan kerja bhakti yang digelar pada Rabu, 24 Desember 2025.
Sejak pagi hari, panitia bersama relawan lintas agama bergotong royong membersihkan area pelataran, selasar, ruang utama salat, hingga tempat wudu.
Kegiatan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah umat Islam tersebut.
Kegiatan di Masjid Agung ini merupakan bagian dari rangkaian kerja bhakti lintas agama yang sebelumnya telah dilaksanakan di Litang Gerbang Kebajikan Kampung Cincau, Pura Giri Kusuma Tanah Baru, Gereja Kristus, dan Gereja Katedral Kota Bogor.
Ketua Panitia Bhakti Lintas Agama 2026, Dede Supriatna, mengatakan kegiatan bersih-bersih rumah ibadah menjadi simbol nyata persaudaraan lintas iman.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong masih tumbuh kuat di Kota Bogor.
“Melalui kerja bhakti ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga rumah ibadah dan merawat kerukunan merupakan tanggung jawab bersama. Inilah wajah toleransi yang hidup di Kota Bogor,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Umum Badan Sosial Lintas Agama (Basolia), Arifin Himawan, menilai Masjid Agung Kota Bogor memiliki bangunan yang megah dan representatif.
Namun demikian, ia menyebut masih terdapat sejumlah bagian yang perlu mendapat perhatian dari sisi perawatan.
“Masjid ini luar biasa, megah, dan sangat bagus. Namun di beberapa bagian, khususnya di sisi kiri bangunan, terlihat adanya rembesan air yang memicu tumbuhnya lumut berwarna kehijauan. Ini tentu perlu penanganan,” kata Arifin.
Ia juga menyoroti warna dinding di beberapa titik yang dinilai perlu diperbaiki agar kembali tampak bersih dan putih.
Arifin berharap ada solusi konkret melalui kerja sama dengan pihak terkait untuk mendukung perawatan bangunan.
“Mudah-mudahan ada solusinya. Kalau bisa, ada kerja sama dengan perusahaan atau pihak yang kompeten untuk membersihkannya, sehingga Masjid Agung bisa semakin indah. Sayang kalau bangunan sebagus ini tidak dirawat secara maksimal,” ujarnya.
Sekretaris Panitia Bhakti Lintas Agama 2026, Ridwan Adi Nugraha, menjelaskan puncak kegiatan Bhakti Lintas Agama 2026 akan digelar pada 7 Januari 2026 mendatang.
Setelah Masjid Agung, rangkaian kerja bhakti akan ditutup dengan kegiatan serupa di Vihara Dhanagun pada Senin, 29 Desember 2025.
Ridwan menambahkan, puncak kegiatan akan diisi dengan berbagai agenda sosial dan kebangsaan, antara lain doa lintas agama, ceramah kebangsaan, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar UMKM, serta pentas seni budaya lintas agama.
Bhakti Lintas Agama 2026 mengusung tema “Merekatkan Bangsa, Dari Bogor untuk Indonesia” dan melibatkan tokoh agama, pemuda, serta masyarakat umum.
Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat toleransi, tetapi juga mendorong kepedulian bersama dalam merawat rumah ibadah sebagai ruang publik yang harus dijaga bersama. (uma)
Editor : Alpin.