RADAR BOGOR - Jembatan gantung di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor kian menghawatirkan. Kontruksi banguannya banyak yang sudah rusak dan berkarat.
Berdasarkan pantauan Radar Bogor, lantai jembatan gantung tampak aus dan licin. Sejumlah rangka besi terlihat keropos. Tali sling dan besi penyangga terlihat banyak yang copot.
Saat dilewati, jembatan gantung itu terasa bergoyang cukup kuat, terutama saat dilintasi lebih dari satu orang. Posisi jembatan berada membentang di atas aliran Sungai Ciliwung.
Kondisi itu dinilai rawan dan membahayakan. Apalagi status jembatan masih aktif. Ini menjadi akses penghubung bagi warga di Bantarjati dan Tanah Sareal.
Warga sekitar, Maryam mengaku was-was saat melintas di jembatan gantung tersebut. Namun ia tak punya pilihan lain. Sebab, jembatan itu menjadi akses satu-satunya.
“Ada sebenarnya lewat jalur lain, cuma mesti muter jauh. Setiap kali lewat sini deg-degan, goyangannta kenceng jadi tidak nyaman,” kata Maryam pada Radar Bogor.
Maryam sendiri hampir setiap hari melintasi jembatan tersebut. Baik pagi, siang ataupun sore. Perempuan berusia 50 tahun itu berharap ada sentuhan dari pemerintah.
“Perbaiki lagi dong. Diperiksa mana yang rusak, supaya jalannya bisa lebih nyaman. Saya sendiri biasanya lewat sini untuk bekerja, atapun mau main ke tetangga,” ucapnya.
Harapan serupa juga diutarakan Herman. Ia mengatakan jembatan tersebut sudah sering diperbaiki oleh warga secara swadaya dan peralatan yang sederhana.
“Besi penghubungnya diikat pakai tali, kemudian ini biasanya di las, ada orang sini yang suka ngelasnya juga, jadi diperbaiki secara mandiri,” ujar Herman.
Herman mengatakan jembatan tersebut tidak hanya dilalui oleh mereka yang sudah dewasa. Namun anak-anak juga kerap melintas saat mereka hendak pergi ke sekolah.
“Banyak juga yang lewat sini, anak sekolah juga pada lewat sini. Kita si kepinginnya diperbaiki. Cuman kan mesti izin dari pemerintah setempat,” kata Herman.
Kondisi jembatan gantung yang rusak juga diamani oleh Camat Bogor Utara, Ricki Robiansyah. Namun ia tidak bisa berbuat banyak sebab terbentur dengan kewenangan.
“Karena itu melintasi Sungai Ciliwung. Jadi ranahnya di PSDA Provinsi Jawa Barat,” kata Ricki pada Radar Bogor, Rabu 14 Januari 2025 siang.
Namun Ricki menggaransi, pihaknya akan mencoba untuk menyampaikan aspirasi perbaikan ke dinas PUPR Kota Bogor. Tujuannya agar bisa bantu mendorong.
“Barangkali bisa ditindal lanjut keinginan masyarakat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna, supaya bisa dilalui dengan baik,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin