Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Angka Panggilan Darurat PSC 119 Kota Bogor Naik Signifikan, Kasus Penurunan Kesadaran Mendominasi

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 21 Januari 2026 | 19:19 WIB
Jemput bola yang dilakukan PSC 119 Dinkes Kota Bogor.
Jemput bola yang dilakukan PSC 119 Dinkes Kota Bogor.

RADAR BOGOR – Angka panggilan darurat ke Public Safety Center (PSC) 119 Kota Bogor menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor terjadi peningkatan setiap tahun.

Tercatat total panggilan pada 2024 sebanyak 1.812 panggilan, kemudian pada 2025 meningkat menjadi 2.220 panggilan.

Dari keseluruhan laporan yang masuk, kasus penurunan kesadaran menjadi yang paling dominan ditangani oleh PSC 119.

Plt Kepala UPTD PSC GESIT 119 Kota Bogor, dr. Dewi Mustika Sari, menjelaskan peningkatan tersebut menandakan semakin tingginya kepercayaan dan kesadaran masyarakat terhadap layanan kegawatdaruratan medis.

Menurutnya, kondisi PSC 119 saat ini juga mengalami banyak kemajuan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, sekarang sudah ada kemajuan. Dulu kami belum memiliki gedung, sekarang PSC 119 sudah mempunyai gedung sendiri. Kami berfungsi sebagai pusat pelayanan kegawatdaruratan medis yang bisa diakses masyarakat melalui telepon 119 atau WhatsApp, dan tim akan langsung menuju lokasi kejadian,” katanya, Rabu 21 Januari 2026.

Ia menambahkan, mekanisme pelayanan PSC 119 mengusung konsep “jemput bola”. Artinya, petugas tidak menunggu pasien datang seperti di fasilitas kesehatan, melainkan langsung mendatangi pasien di lokasi saat terjadi kegawatdaruratan. Selain itu, PSC 119 juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Jika ada warga yang bingung menangani kondisi medis di rumah, mereka bisa berkonsultasi. Kami akan memberikan edukasi penanganan awal. Kami juga membantu proses rujukan, baik dari puskesmas ke rumah sakit maupun antar-rumah sakit, termasuk mengecek ketersediaan tempat tidur melalui sistem kami,” jelasnya.

Dari sisi fasilitas, PSC 119 Kota Bogor saat ini didukung armada ambulans yang cukup memadai.

Di PSC 119 tersedia tiga unit ambulans transport, sementara 25 puskesmas masing-masing memiliki satu unit ambulans.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 28 unit ambulans mobil di bawah Dinas Kesehatan Kota Bogor, ditambah 10 unit ambulans motor.

Keberadaan ambulans motor dinilai sangat strategis untuk wilayah perkotaan seperti Bogor.

Banyaknya jalan dan gang sempit membuat ambulans motor menjadi solusi agar petugas dapat menjangkau lokasi lebih cepat sebelum ambulans mobil menyusul.

“Ambulans motor ini sangat membantu, terutama di wilayah yang tidak bisa dilalui mobil. Dengan begitu, pasien tetap bisa mendapatkan pelayanan awal dengan cepat,” kata dr. Dewi.

Terkait respons masyarakat, dr. Dewi menyebutkan bahwa antusiasme warga terus meningkat.


Hal tersebut sejalan dengan sosialisasi rutin yang dilakukan PSC 119, termasuk edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada masyarakat, sekolah, dan organisasi perangkat daerah.

“Kami sering mengedukasi masyarakat awam tentang pertolongan pertama sebelum petugas medis tiba. Karena sosialisasi berjalan baik, masyarakat menjadi lebih aware, sehingga laporan yang masuk ke PSC 119 juga meningkat,” ungkapnya.

Untuk jenis kasus, penurunan kesadaran menjadi laporan yang paling sering diterima. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penyakit seperti stroke, gangguan jantung, maupun diabetes.

Selain itu, kasus kecelakaan lalu lintas juga masih cukup banyak ditangani oleh PSC 119 Kota Bogor.

Menghadapi 2026, PSC 119 Kota Bogor telah menyiapkan inovasi baru berupa program “BHD Go to School”.

Program ini akan menyasar sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat untuk memberikan sosialisasi sekaligus praktik langsung Bantuan Hidup Dasar.

“Tujuannya agar siswa memahami cara melakukan pertolongan pertama. Kami akan melatih PMR di sekolah-sekolah, termasuk praktik menggunakan manekin,” pungkasnya. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #psc 119 #panggilan darurat