RADAR BOGOR - Sektor pertanian di Kota Bogor tak boleh lagi dipandang sebelah mata meski lahan semakin terhimpit beton perumahan.
Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, membawa misi besar untuk "menyulap" wajah pertanian di Kota Bogor. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi dan Hilirisasi Pertanian, Endang mengajak Kelompok Wanita Tani (KWT) dan generasi muda untuk tidak sekadar menanam, tetapi juga menguasai rantai ekonomi dari hulu ke hilir.
"Kita punya potensi luar biasa, Bogor itu identik dengan talas, ubi kayu, dan boled, jangan lagi hanya dijual mentah dengan harga murah saat panen raya, harus diolah, talas jadi brownies, singkong jadi mi instan lokal, itu nilainya berkali-kali lipat," tegas Endang di hadapan para peserta, Minggu, 8 Februari 2026.
Politisi senior ini menekankan bahwa hilirisasi bukan sekadar tren, melainkan benteng kedaulatan pangan untuk mengurangi ketergantungan pada impor gandum.
Ia juga menargetkan hasil produksi dari tangan kreatif ibu-ibu KWT dan pemuda tani ini nantinya bisa terserap langsung dalam program strategis pemerintah: Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Badan Gizi Nasional.
"Hasil tani kita harus masuk ke piring anak-anak kita untuk cegah stunting, lewat Koperasi Desa Merah Putih yang sedang kita kembangkan, kita ingin uangnya berputar di desa, bukan lari ke kota," tambah peraih gelar DESS dari Prancis tersebut.
Namun, Endang juga memberikan catatan merah bagi tata kelola wilayah di Bogor dan mengkritik masifnya konversi lahan sawah menjadi pemukiman sejak tahun 1980-an yang seolah tak terkendali.
"Harus ada Grand Strategy yang konsisten, jangan sampai ganti wali kota, ganti pula fungsi lahannya. Lahan pertanian adalah nyawa kedaulatan kita," katanya.
Gayung bersambut, Pemkot Bogor melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Hanafi, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata Komisi IV DPR RI ini. Hanafi mengakui bahwa keterbatasan lahan di Kota Bogor menuntut petani untuk lebih kreatif dalam menciptakan nilai tambah (value added).
"Kita ingin produk KWT ini masuk ke hotel-hotel dan pusat oleh-oleh, Pemkot akan dorong dari sisi kelembagaan melalui koperasi agar mereka siap menjadi pemasok bahan baku berkualitas untuk program Makan Bergizi Gratis," ujar Hanafi.
Ia pun berpesan agar ilmu yang didapat dalam Bimtek ini tidak sekadar menjadi tumpukan kertas materi.
"Jangan berhenti di ruangan ini. Praktikkan, lihat pasar, dan terus konsisten. Dinas Pertanian akan terus melakukan pendampingan agar kemandirian pangan di Kota Bogor benar-benar terwujud," pungkasnya. (ded)
Editor : Eka Rahmawati