Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Perlu Tinggalkan Kios, Bank Kota Bogor Terapkan Sistem Jemput Bola di Pasar Gembrong Sukasari

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 27 Februari 2026 | 09:54 WIB

Pegawai Kantor Kas Sukasari Bank Kota Bogor saat melakukan sosialisasi di Pasar Gembrong Sukasari.
Pegawai Kantor Kas Sukasari Bank Kota Bogor saat melakukan sosialisasi di Pasar Gembrong Sukasari.

RADAR BOGOR - Bank Kota Bogor melalui Kantor Kas Sukasari mengintensifkan program funding dengan pendekatan jemput bola kepada para pedagang di Pasar Gembrong Sukasari.

Strategi ini dilakukan Bank Kota Bogor agar pelaku UMKM dapat mengakses layanan perbankan tanpa harus meninggalkan kiosnya.

Kepala Kantor Kas Sukasari Bank Kota Bogor, Donni Alamsyah, mengatakan cakupan wilayah kerja timnya meliputi Bogor Selatan dan Bogor Timur, serta sebagian wilayah kabupaten jika terdapat pengajuan layanan.

Fokus utama saat ini adalah memperkuat penghimpunan dana masyarakat sekaligus memperluas inklusi keuangan di kalangan pedagang pasar.

“Untuk Kantor Kas Sukasari, tugas utama kami mencakup funding atau tabungan, deposito, dan penyaluran kredit UMKM. Saat ini kami fokus merangkul pedagang Pasar Gembrong agar menjadi nasabah tabungan,” ujar Donni kepada Radar Bogor, Kamis 26 Februari 2026.

Menurut dia, Pasar Gembrong merupakan pasar yang baru kembali beroperasi pascarenovasi, dengan mayoritas pedagang merupakan relokasi dari Pasar Bogor.

Kondisi pasar yang masih relatif sepi membuat para pedagang cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan keuangan.

Karena itu, Bank Kota Bogor tidak langsung menawarkan produk kredit. Pendekatan yang dikedepankan adalah literasi dan inklusi keuangan agar para pedagang lebih memahami layanan perbankan.

“Kami tidak langsung berjualan produk. Kami ajak pedagang berdiskusi dulu, mendengar keluhan mereka. Dalam situasi ekonomi yang belum stabil, kami mengedepankan edukasi,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya meramaikan aktivitas pasar, Bank Kota Bogor juga berkolaborasi dengan penyelenggara setempat untuk menggelar Festival Ramadan. Kegiatan tersebut berlangsung selama satu minggu mulai dari tanggal 22 - 28 Februari 2026

Di sisi layanan, Bank Kota Bogor menurunkan petugas khusus yang aktif mendatangi kios pedagang.

Melalui sistem jemput bola, petugas membawa mesin transaksi real-time sehingga pedagang dapat membuka tabungan maupun bertransaksi langsung di tempat.

“Pedagang tidak perlu repot datang ke kantor. Kami yang mendatangi mereka ke kios sambil mereka tetap berjualan,” kata Donni.

Respons pengelola pasar, lanjut Donni, sangat positif. Bahkan Bank Kota Bogor diberikan fasilitas stand pameran secara gratis sebagai bentuk dukungan untuk membantu meramaikan pasar.

Dari sisi pedagang, pihaknya menangkap adanya kekhawatiran terkait biaya sewa setelah masa gratis berakhir pada Desember yang lalu. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan bank untuk tidak agresif menawarkan pembiayaan.

“Sesuai arahan OJK, di kondisi seperti ini kami tidak memaksakan kredit. Kami utamakan edukasi dulu sampai mereka benar-benar siap,” tegasnya.

Ke depan, setelah pedagang menjadi nasabah tabungan dan kondisi usaha dinilai lebih stabil, Bank Kota Bogor akan menawarkan pembiayaan tanpa agunan melalui skema Kredit Ultra Mikro dan Super Mikro.

“Plafonnya sekitar Rp2 juta sampai Rp4 juta. Tapi tahap awal kami fokuskan dulu pada pembukaan rekening dan pengenalan bank,” pungkas Donni. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#Bank Kota Bogor #jemput bola #pasar gembrong