Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menyampaikan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 12.00 WIB. Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut sebelumnya masih digunakan secara aktif oleh masyarakat.
Jembatan yang terdampak memiliki ukuran sekitar 6 x 3 meter dan berfungsi sebagai penghubung antara warga Kampung Ciranjang dan Pamoyanan.
“Akibat amblesnya jembatan, jalur penghubung dari Kampung Ciranjang menuju Pamoyanan tidak dapat dilalui,” jelas Dimas dalam keterangan tertulisnya pada Selasa sore.
Baca Juga: Underpass Kebon Pedes Kota Bogor Batal Dibangun Tahun Ini, Butuh 39 Bidang Tanah yang Dibebaskan
Menurut Dimas, peristiwa tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, salah satunya kerusakan pada Tembok Penahan Tanah (TPT) di aliran Sungai Jambe yang berada tepat di bawah jembatan.
Ia menjelaskan bahwa struktur TPT mengalami pengikisan akibat aliran air sungai, sehingga menyebabkan jembatan kehilangan penopang dan akhirnya amblas. Penanganan darurat pun telah dikoordinasikan bersama pihak terkait.
Baca Juga: Melalui Program Desa BRILiaN, Desa Manemeng Sumbawa Barat Perkuat Ekosistem Ekonomi Kerakyatan Berbasis Gotong Royong
Lebih lanjut, Dimas mengimbau masyarakat Kota Bogor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama karena kondisi cuaca saat ini cenderung tidak stabil.
Ia meminta warga tetap tenang namun siaga dalam menghadapi potensi bencana, seperti banjir, tanah longsor, maupun angin kencang.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk rutin memantau informasi prakiraan cuaca dari sumber terpercaya, menjaga kondisi kesehatan, serta memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar.(Bay)