Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kota Bogor Punya 2 Lokasi Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Target Beroperasi Mulai 2027

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 1 April 2026 | 07:17 WIB
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat menghadiri rapat koordinasi terbatas PSEL di Jakarta. Foto: Humas Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat menghadiri rapat koordinasi terbatas PSEL di Jakarta. Foto: Humas Pemkot Bogor

RADAR BOGOR – Pemerintah Kota Bogor memastikan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di kawasan Bogor Raya akan dikembangkan di dua lokasi utama, yakni Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Galuga di Kabupaten Bogor serta wilayah Kayumanis di Kota Bogor.

Kedua fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada 2027. Proses pembangunan akan dilakukan melalui skema lelang kepada investor yang nantinya memperoleh hak pengelolaan dalam jangka waktu tertentu.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa proyek PSEL di Galuga saat ini telah memasuki tahap akhir, baik dari sisi administrasi maupun teknis. Ia menegaskan bahwa lokasi tersebut tetap menjadi pusat utama pengolahan sampah yang selama ini melayani Kota dan Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Terapkan WFH ASN Setiap Jumat dan Pengurangan Hari MBG, Menko Airlangga: Hemat Anggaran hingga Rp20 Triliun

“Untuk Galuga, prosesnya sudah berjalan dan masuk tahap akhir, itu tetap menjadi titik utama pengolahan sampah kita bersama Kabupaten Bogor,” ujar Dedie Rachim dalam keterangannya, Selasa, 31 Maret 2026.

Menurutnya, pengembangan di titik kedua akan dilakukan di kawasan Kayumanis dengan pendekatan aglomerasi. Fasilitas ini dirancang untuk melayani wilayah yang selama ini dinilai terlalu jauh jika harus mengirim sampah ke Galuga, seperti Cibinong dan Puncak.

Ia juga menjelaskan bahwa Pemkot Bogor telah mempersiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari penetapan lokasi hingga kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Selain itu, di Kayumanis direncanakan akan dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna menunjang operasional PSEL.

Dedie menambahkan bahwa teknologi yang akan digunakan tergolong modern dan canggih, sehingga diyakini mampu mengolah sampah secara lebih efisien sekaligus menghasilkan energi listrik sebagai nilai tambah.

Baca Juga: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Menteri Bahlil: Pembelian Dibatasi 50 Liter Pakai Barcode Mulai 1 April 2026

Terkait pengelolaan, ia menyebutkan bahwa operasional PSEL akan dilakukan melalui kerja sama antara investor dengan pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor. Dalam waktu dekat, pihaknya juga berencana melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mematangkan skema kolaborasi, termasuk pembagian peran dan wilayah layanan.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa pemerintah tengah mempercepat pembangunan PSEL di berbagai daerah sebagai bagian dari penanganan darurat sampah nasional.

Ia menjelaskan bahwa proyek PSEL saat ini mencakup 33 lokasi di 61 kabupaten/kota, dengan prioritas pada daerah yang memiliki volume sampah lebih dari 1.000 ton per hari, sesuai arahan Presiden.

Total kapasitas pengolahan dari proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar 14,4 juta ton sampah per tahun atau sekitar 22,5 persen dari total timbunan sampah nasional. Sementara itu, sisanya akan ditangani melalui pendekatan lain, seperti pengelolaan di sektor perkantoran, pasar, sekolah, kawasan industri, hingga permukiman.

Baca Juga: Wali Kota Bogor Klaim Kinerja Pemkot Tak Mengecewakan saat Beberkan Pencapaian Sepanjang 2025 dalam Rapat Paripurna di DPRD

Zulkifli menambahkan bahwa berbagai teknologi pengolahan sebenarnya sudah tersedia, seperti waste to energy, Refuse Derived Fuel (RDF), maupun komposting. Tantangan utamanya adalah memastikan implementasi berjalan secara konsisten.

Sejumlah proyek PSEL juga telah memasuki tahap lanjutan. Empat wilayah yang sudah masuk tahap tender meliputi Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta. Sementara itu, beberapa daerah lain seperti Palembang, Tangerang Selatan, Makassar, Lampung Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, hingga Medan telah selesai diverifikasi dan siap memasuki tahap lelang.

Pemerintah menargetkan proyek tahap awal dapat mulai beroperasi pada 2027, sedangkan proyek lainnya ditargetkan selesai pada Mei 2028.

Melalui percepatan ini, pemerintah berharap penanganan sampah di berbagai daerah, termasuk Bogor Raya, dapat menjadi lebih efektif sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan.(uma)

Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #lokasi #sampah #listrik