RADAR BOGOR - Jalan Batutulis, Bogor Selatan Kota Bogor kembali akan dipercantik pemerintah. Rencananya, jalan itu bakal dijadikan ruang terbuka publik yang ikonik.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan penataan Jalan Batutulis dilakukan berbarengan dengan pembangunan kontruksi Jalan Saleh Danasasmita.
Konsep yang sudah masuk di Jalan Batutulis Bogor itu, kata dia, yaitu pembuatan taman dan Leweung Batutulis. Jalan yang kini terbengkalai akan ditanami pohon-pohon rimbun.
Pemilihan jenis pohon diserahkan kepasa Disperumkim Kota Bogor. Namun konsep ini disebut Esti sudah dibahas bersama dengan Pemprov Jabar.
“Penanggung jawab (Pembangunannya) Provinsi kami hanya mengusulkan. Tapi pohon yang dimaskud, lebih pada pohon pelindung dan juga taman,” beber Esti.
Esti juga turut membocorkan terkait update pembangunan kontruski trase baru Jalan Saleh Danasasmita. Prosesnya hingga kini masih dalam tahapan lelang.
Trase Jalan Saleh Danasasmita sendiri akan dibangun sepanjang 230 meter dengan lebar 18 meter. Dana yang dikucurkan mencapai Rp22 miliar.
Kontruksi trase yang akan dibangun berada di atas lahan seluas 4.711 meter. Tanah tersebut semula dimiliki oleh tiga warga. Pembebasan lahan mencapai RpRp19,991.500.000
Lelang Trase Baru Batutulis Awal April, Ditarget Beroperasi November 2026
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 2 Cair April 2026? KPM Wajib Cek Fakta Terbaru SIKS-NG Agar Tidak Salah Paham
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menjelaskan, proses lelang konstruksi tersebut rencananya, bakal berlangsung awal April ini.
Setelah mendapatkan pemenang lelang, pengerjaan proyek itu bakal langsung dikerjaan.
“Jadi targetnya itu November harus selesai dan bisa digunakan," ujar Dedie.
Baca Juga: Long Weekend Paskah 2026, KAI Daop 1 Tambah 17 Perjalanan Kereta Api
Dedie juga merinci mengenai perubahan rencana pembangunan trase baru di sana.
Awalnya hanya menggunakan pengerasan tanah dengan lapisan sirtu dan aspal jadi diusulkan menggunakan betonisasi terlebih dahulu sebelum dilapisi aspal agar lebih kuat dan tahan lama.
“Supaya lebih kuat, kita usulkan pembetonan dulu baru dilapis aspal,” jelasnya.
Proses pengerjaan diperkirakan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan, dimulai dari Mei hingga November 2026. November pula jalan tersebut sudah bisa digunakan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga