Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sudah 274 Bencana Terjadi di Kota Bogor Sejak Januari hingga Awal April 2026, Paling Banyak Disebabkan Cuaca Ekstrem

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 5 April 2026 | 22:01 WIB
BPBD Kota Bogor saat menangani bencana yang terjadi pada 2026. (Dok. BPBD Kota Bogor)
BPBD Kota Bogor saat menangani bencana yang terjadi pada 2026. (Dok. BPBD Kota Bogor)

RADAR BOGOR – Rentetan bencana alam terus terjadi di Kota Bogor, hingga awal April 2026, jumlah kejadian bencana tercatat sudah mencapai ratusan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, sejak 1 Januari hingga 4 April 2026, total terdapat 274 kejadian bencana di Kota Hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan bencana yang terjadi didominasi oleh cuaca ekstrem dan tanah longsor.

Baca Juga: Ada Pekerjaan Koneksi Pipa Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor di 2 Titik Senin Besok, Berikut Jadwal dan Wilayah Terdampak

“Untuk tahun ini sampai awal April sudah ada 274 kejadian, paling banyak itu cuaca ekstrem dan longsor,” ujar Dimas.

Dari total tersebut, bencana cuaca ekstrem tercatat sebanyak 132 kejadian, disusul tanah longsor 116 kejadian. Selain itu, terdapat 11 kejadian banjir dan 15 kejadian lainnya.

Jika dilihat dari sebaran wilayah, Kecamatan Bogor Selatan menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak yakni 78 kejadian. Disusul Bogor Barat sebanyak 52 kejadian dan Tanah Sareal 51 kejadian.

Sementara itu, Kecamatan Bogor Utara mencatat 43 kejadian, Bogor Tengah 30 kejadian, dan Bogor Timur menjadi wilayah dengan jumlah kejadian paling sedikit yakni 20 kejadian.

Baca Juga: Meski Sudah Ditertibkan, PKL Kembali Berjualan di Jalan Pedati hingga Lawang Seketeng Suryakencana Kota Bogor

Rentetan bencana tersebut turut berdampak pada permukiman warga. BPBD mencatat sebanyak 103 unit rumah terdampak, dengan rincian 10 rumah mengalami rusak berat, 72 rusak sedang, dan 21 rusak ringan.

Dampak sosial juga cukup signifikan. Sebanyak 387 kepala keluarga (KK) atau 1.040 jiwa terdampak akibat berbagai kejadian bencana tersebut.

Tak hanya itu, bencana yang terjadi juga menimbulkan korban. Tercatat 6 orang mengalami luka ringan, 4 orang luka berat, dan 4 orang meninggal dunia.

Sementara itu, hujan deras yang mengguyur Kota Bogor sejak Sabtu, 4 April 2026 kembali memicu bencana di sejumlah titik. Dalam dua hari terakhir, BPBD mencatat sedikitnya sembilan kejadian yang didominasi longsor dan banjir lintasan, terutama di wilayah Kecamatan Bogor Barat.

“Dari kemarin sampai sekarang ada sembilan kejadian, mayoritas longsor dan banjir lintasan,” kata Dimas, Minggu, 5 April 2026.

Sejumlah kejadian tersebut di antaranya banjir lintasan di Kampung Rawajati, Kelurahan Mekarwangi dan Taman Yasmin Sektor V, Kelurahan Curugmekar. Sementara longsor terjadi di Semplak, Margajaya, Cibadak, hingga Gunungbatu. Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di Jalan Ahmad Yani, Tanahsareal.

Baca Juga: Berlaku Setiap Hari Jumat, ASN di Kota Bogor Mulai WFH 10 April 2026

Petugas BPBD telah melakukan asesmen, koordinasi dengan aparat wilayah, hingga penanganan darurat seperti pemasangan terpal dan penanganan pohon tumbang.

Di sisi lain, banjir lintasan juga sempat menggenangi sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Sholeh Iskandar, Jalan Ahmad Yani, hingga Simpang Jambu Dua. Bahkan, genangan air muncul hanya dalam beberapa menit setelah hujan deras turun.

Kawasan Yasmin yang dikenal jarang terdampak banjir juga ikut tergenang. Warga setempat menyebut kejadian kali ini menjadi yang tertinggi dalam 14 tahun terakhir.

Dimas menjelaskan, banjir lintasan dipicu kapasitas saluran air yang terbatas serta tingginya intensitas hujan. Sementara longsor terjadi akibat tanah tidak mampu menahan air setelah diguyur hujan dalam durasi lama.

“Kalau di beberapa ruas jalan lebih ke kondisi saluran, ditambah intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama,” jelasnya.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Bogor masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat hingga hari Minggu. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bencana #kota bandung #cuaca ekstrem