Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemkot Bogor Tawarkan KUR untuk PKL di Suryakencana yang Mau Direlokasi, Anggaran Capai Ratusan Miliar

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 6 April 2026 | 11:29 WIB
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat menyampaikan keterangan soal akses KUR bagi para PKL di Suryakencana. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat menyampaikan keterangan soal akses KUR bagi para PKL di Suryakencana. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Pemkot Bogor menawarkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi PKL di kawasan Suryakencana yang hendak ikut program relokasi, ke Pasar Jambu Dua dan Sukasari. 

Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim saat meninjau kembali kawasar Pasar Bogor hingga Suryakencana pada Senin 6 April 2026.

Dedie mengatakan sudah ada beberapa bank yang menyiapkan dana untuk memberi akses KUR bagi para PKL di Suryakencana. Anggarannya bahkan ditaksri capai ratusan miliar.

Baca Juga: Tiga Hari Penuh Persaingan, Turnamen Tenis Meja Dandenbekang Bogor Cup II Resmi Ditutup, Antusiasme Peserta Membludak

“Itu keuntungannya. Mereka bisa mendapatkan akses KUR. Jadi dari bebebrapa bank sudah menyiapkan anggaran nilainya ratusan miliar,” jelas Dedie pada awak media.

Keutungan berikutnya ialah PKL bisa mendapatkan kredit modal tanpa agunan. Dedie menyampaikan akses ini diberikan oleh Permodalan Nasional Madani (PNM).

“Jadi tanpa agunan ini kalau ada MPWP kecil untuk UMKM itu pemotongannya hanya 0,5 persen. Tapi dia bisa akses kredit,” ujar Dedie pada awak media.

Baca Juga: KKPK Luncurkan Buku Cermin Misterius, 10 Penulis Cilik Kota Bogor Unjuk Karya

Dedie menjelaskan penataan PKL di Suryakencana bagian dari upaya untuk mengangkat marwah mereka. Para pedagang tidak perlu lagi kucing-kucingan dengan petugas.

“Niatan Pemkot Bogor itu mengangkat marwah para PKL, jadi pedagang pemilik kios atau los,” ujar Dedie ditemui Radar Bogor, Senin 6 April 2026 siang.

PKL yang enggan direlokasi adalah orang-orang yang egois. Mereka disebut hanya memikirikan keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan orang banyak.

Baca Juga: Klarifikasi Percepatan Data Bansos 2026, Begini Cara Bedakan Jadwal Pemutakhiran Data BPS dan Realisasi Pencairan

“Kitakan memikirkan seliruh warga. Dia komplain sampahnya menumpuk puluhan ton, jadi kita juga harus berfikir mencarikan solusi  yang terbaik,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#Suryakencana #kredit usaha rakyat #pkl #pemkot bogor