Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Diduga Ada Pungli PKL di Pasar Bogor, Wali Kota Bogor Dedie Rachim: Tolong Videokan

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 6 April 2026 | 20:22 WIB
Aktivitas PKL di sepanjang Lawang Seketeng Suryakencana Kota Bogor. (Fikri/Radar Bogor)
Aktivitas PKL di sepanjang Lawang Seketeng Suryakencana Kota Bogor. (Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Praktik pungutan liar (pungli) diduga terjadi dan menjadi backing para pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di tengah gencarnya penertiban.

Informasi inipun sudah sampai keWali Kota Bogor, Dedie A Rachim yang mengaku geram dengan segala praktik Pungli yang telah melanggar aturan.

Dedie meminta masyarakat untuk ikut terlibat dalam memberantas praktik pungli, warga pun bisa menggunakan telepon genggammnya untuk merekam aktivitas terduga pelaku.

“Tolong divideokan saja, yang pasti itu adalah oknum,” kata Dedie A Rachim saat ditemui Radar Bogor di Jalan Otista, Senin, 6 April 2026.

Baca Juga: PKL Kembali Ramai Jualan di Lawang Seketeng Kota Bogor Setelah Penertiban, Diduga Ada Pungli

Pemerintah Kota Bogor sudah membentuk tim khusus untuk menindak praktik pungli, jika terbukti ada oknum yang bermain di belakang, mereka tidak segan untuk menindak.

“Nanti kita lapor ke Satgas Penanggulangan Pungli itu, kita sudah punya tim  biar bisa segera ditindak,” terang Dedie dikonfirmasi lebih lanjut.

Para PKL juga diminta untuk ikut terhadap aturan yang berlaku, solusi atas penertiban sudah disiapkan denhan merelokasi ke Pasar Jambu Dua dan Pasar Sukasari.

Baca Juga: Data Bansos Masih Bermasalah, Kemensos Didorong Perbaiki Validasi Agar Penyaluran Tepat Sasaran di 2026

Mereka yang enggan dirolekasi dinilai orang yang egois. PKL disebut Dedie hanya memikirkan keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan nasib orang banyak.

“Kitakan memikirkan seliruh warga, dia komplain sampahnya menumpuk puluhan ton, jadi kita juga harus berfikir mencarikan solusi  yang terbaik,” ujarnya.

Sebelumnya Dedie juga sempat meminta aparat penegak hukum untuk menindak oknum yang disinyalir menjadi pelindunh atau backing bagi para PKL.

Menurut Dedie mengatakan ada beberapa pihak yang disinyalir ikut bermain dalam praktek tersebut seperti preman serta oknum yang mengatasnakaman pensiunan Pemda.

Penataan pasar merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang harus dijalankan secara konsisten, karena itu tidak boleh ada oknum yang justru bertentangan dengan arah kebijakan tersebut.

Baca Juga: Gebrakan Baru Menteri Sosial Saifullah Yusuf: Bansos Tak Hanya Cair, KPM Bakal Diberdayakan Lewat PT Pos Indonesia

Pemkot Bogor kata Dedie saat ini terus mendorong relokasi PKL ke pasar resmi, sejumlah pedagang yang sudah dipindahkan mulai terlihat beraktivitas di Pasar Sukasari dan Pasar Jambu Dua.

“PKL yang pindah sudah mulai terlihat di Pasar Sukasari dan Jambu Dua, mudah-mudahan terus bertambah supaya kedua pasar ini bisa hidup,” jelas wali kota Bogor.

Dedie pun mengajak masyarakat untuk berbelanja di pasar yang telah ditata sehingga aktivitas perdagangan lebih tertib dan berkelanjutan.(bay)

Editor : Eka Rahmawati
#pasar bogor #kota bogor #pkl