RADAR BOGOR - Damkar Kota Bogor bakal memiliki posko baru. Pemkot Bogor pun sudah menyiapkan anggaran miliaran rupiah untuk membangun kontruksinya.
Posko baru Damkar Kota Bogor terletak di Jalan Abdullah Bin Nuh, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat. Titiknya tidak jauh dari Gedung Serba Guna Yasmin.
Lahan tersebut semula digunakan PKL untuk jualan. Pada Selasa 7 April 2026 Pemkot Bogor sudah meratakan bangunan semi permanen di sana untuk dibangun posko baru Damkar Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan pembangunan Posko Damkar bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja. Bangunan lama dinilai tidak lagi representatif.
“Posko yang ada di Yasmin kan amblas. Maka kita akan bangun yang baru. Anggarannya disiapkan Rp3,5 miliar,” kata Jenal pada Radar Bogor, Selasa 7 April 2026 siang.
Pembangunan Posko Damkar yang baru direncanakan akan dimulai pada tahun ini. Pemkot Bogor dalam waktu dekat akan melakukan proses lelang.
Baca Juga: Jungleland Sentul Bogor Berikan Promo Khusus April 2026, dari Hadiah Ultah Hingga Diskon KTP
“Dan upaya lelang insya Allah secepatnya. Karena eksisting di lapangan tentu harus siap dulu lahannya. Dan sekarang insya allah ready semata untuk pelayanan punblik,” ucap Jenal.
Pemimdahan Posko Damkar Yasmin ke wilayah Curug Mekar juga sempat diutarakan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Banu Lesamana
Pemindahan ini diambil bukan tanpa alasan. Kondisi Pos Damkar di Yasmin dipandang sudah tak lagi ideal akibat bencana. Sementara di Curug lokasinya lebih strategis.
Pemindahan Pos Damkar ke Curug dinilai dapat mencangkup wilayah pelayanan yang lebih luas. Lokasinya bisa menjangkau wilayah Barat dan Tanag Sareal.
"Kami di Komisi IV mendukung penuh rencana ini. Lokasi di Curug sangat strategis untuk mempercepat akses penanganan kebakaran maupun kedaruratan lainnya," ujar Banu, Kamis 29 Januari 2026.
Banu juga mendorong adanya pengadaan Pos Damkar disetiap kecamatan. Terutama penambahan di wilayah Kecamatan Bogor Selatan.
"DPRD siap mendukung pembangunan pos baru, terutama di Bogor Selatan, dengan meninjau aset milik pemkot yang belum diserahkan oleh developer untuk dibangunnya pos Pemadam." ungkapnya.
Baca Juga: Bikin Heboh! Pratama Arhan Lulus S1 dengan Ijazah Blockchain Pertama di Indonesia
Selain infrastruktur bangunan, Banu juga menyoroti kebutuhan mendesak akan mobil rescue.
Saat ini, Damkar disebutnya hanya memiliki dua unit mobil penyelamat, di mana satu unit di antaranya sudah dalam kondisi tidak layak pakai.
Mengingat target ideal kebutuhan adalah lima unit, Banu menjelaskan bahwa pengadaan akan dilakukan secara bertahap, pada tahun 2026 penambahan satu unit mobil rescue baru. Tahun 2027 diharapkan ada pengadaan lanjutan untuk mengejar target kebutuhan.
"Mobil rescue ini sangat penting karena laporan masyarakat saat ini tidak melulu soal api. Banyak panggilan darurat medis atau penyelamatan lain yang membutuhkan armada ini," tambahnya.
Di sisi lain, Banu memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja teknis Damkar Kota Bogor.
Kata Banu, berdasarkan data tingkat kecepatan penanganan (response time) Damkar Kota Bogor melampaui standar nasional.
Tercatat, rata-rata waktu tanggap sejak laporan diterima hingga petugas tiba di lokasi mencapai 9,6 menit.
"Capaian ini menempatkan Damkar Kota Bogor sebagai salah satu unit dengan penilaian terbaik, baik di tingkat Jawa Barat maupun nasional," pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin