Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Soal Nasib PPPK, Pemkot Punya 3 Strategi, Wali Kota Bogor Dedie Rachim: Kerja yang Baik Biar Kinerjanya Maksimal

Rani Puspitasari Sinaga • Selasa, 7 April 2026 | 16:18 WIB
Wali Kota Bogor Dedie Rachim melantik PPPK Kota Bogor, beberapa waktu lalu. Foto: Laman Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Dedie Rachim melantik PPPK Kota Bogor, beberapa waktu lalu. Foto: Laman Pemkot Bogor

RADAR BOGOR - Kisruh masalah nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sejumlah daerah, Wali Kota Bogor Dedie Rachim ungkap 3 strategi agar anggaran belanja pegawai bisa optimal.

Menurut Wali Kota Bogor Dedie Rachim, belanja pegawai di Kota Bogor saat ini berada pada angka 33 persen.

Dengan adanya ketentuan tersebut, Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyebut, terdapat tiga hal utama yang perlu menjadi perhatian.

Baca Juga: Terlalu Sibuk Mikir Masa Lalu dan Masa Depan? Maudy Ayunda Bagikan Insight dari Buku The Power of Now

Pertama, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan pendapatan daerah agar proporsi belanja pegawai tetap sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Kedua, proses seleksi PPPK harus dilakukan lebih ketat dengan mempertimbangkan target capaian kinerja, sehingga anggaran belanja pegawai dapat digunakan secara efektif.

Ketiga, diterapkan kebijakan zero growth pegawai, yaitu memaksimalkan tenaga kerja yang sudah ada tanpa melakukan rekrutmen baru, hingga rasio belanja pegawai berada pada tingkat yang ideal.

Baca Juga: Pria Meninggal Tertemper Kereta di Bojonggede Diduga saat Hendak Menyebrang Rel

Seperti diketahui, PPPK di sejumlah daerah banyak yang merasa khawatir terkait adanya pemutusan kontrak karena isu efisiensi anggaran.

Namun Wali Kota Bogor Dedie Rachim menegaskan tidak ada rencana tersebut di Kota Bogor.

"Tiap tahun memang ada evaluasi PPPK, ya kerja yang baik saja, agar kinerjanya maksimal," tegas Dedie.

 

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #pppk #Dedie Rachim