RADAR BOGOR - Kisruh masalah nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sejumlah daerah, Wali Kota Bogor Dedie Rachim ungkap 3 strategi agar anggaran belanja pegawai bisa optimal.
Menurut Wali Kota Bogor Dedie Rachim, belanja pegawai di Kota Bogor saat ini berada pada angka 33 persen.
Dengan adanya ketentuan tersebut, Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyebut, terdapat tiga hal utama yang perlu menjadi perhatian.
Pertama, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan pendapatan daerah agar proporsi belanja pegawai tetap sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Kedua, proses seleksi PPPK harus dilakukan lebih ketat dengan mempertimbangkan target capaian kinerja, sehingga anggaran belanja pegawai dapat digunakan secara efektif.
Ketiga, diterapkan kebijakan zero growth pegawai, yaitu memaksimalkan tenaga kerja yang sudah ada tanpa melakukan rekrutmen baru, hingga rasio belanja pegawai berada pada tingkat yang ideal.
Baca Juga: Pria Meninggal Tertemper Kereta di Bojonggede Diduga saat Hendak Menyebrang Rel
Seperti diketahui, PPPK di sejumlah daerah banyak yang merasa khawatir terkait adanya pemutusan kontrak karena isu efisiensi anggaran.
Namun Wali Kota Bogor Dedie Rachim menegaskan tidak ada rencana tersebut di Kota Bogor.
"Tiap tahun memang ada evaluasi PPPK, ya kerja yang baik saja, agar kinerjanya maksimal," tegas Dedie.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga