RADAR BOGOR – Pemerintah Kota Bogor menyiapkan dua proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang persoalan sampah. Dua lokasi yang disiapkan yakni Galuga dan Kayu Manis dengan skema dan cakupan layanan berbeda.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, PSEL di Galuga telah memasuki tahap lanjutan setelah proses lelang selesai dan pemenang ditetapkan. Lelang yang dilakukan Danantara itu dimenangkan perusahaan asal Tiongkok.
“Alhamdulillah, untuk PSEL Galuga lelangnya sudah selesai dan dimenangkan oleh Weiming. Ini menjadi yang pertama berproses untuk wilayah Bogor Raya,” ujarnya saat Musrenbang RKPD 2027 Kota Bogor di IPB International Convention Center (IICC), Rabu, 8 April 2026.
Menurutnya, PSEL Galuga berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor dan akan melayani kebutuhan pengolahan sampah skala Bogor Raya, yakni mencakup Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.
Sementara itu, proyek kedua berlokasi di Kayu Manis akan dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bogor.
Proyek ini saat ini masuk tahap persiapan untuk dilelang oleh Kementerian Lingkungan Hidup dalam skema batch kedua.
Baca Juga: Urai Macet Jadi Prioritas Dedie Rachim, Bogor Fokus Rampungkan Jalur R3 di Tahun Depan
“Untuk Kayu Manis, kemarin kami sudah menandatangani kesepakatan di hadapan Menteri Lingkungan Hidup dan Gubernur Jawa Barat. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan proses lelang,” jelasnya.
Dedie menegaskan, kedua proyek tersebut memiliki perbedaan mendasar, baik dari sisi kepemilikan maupun cakupan layanan.
PSEL Galuga merupakan aset milik Kabupaten Bogor yang melayani wilayah Bogor Raya.
Sedangkan PSEL Kayu Manis merupakan aset milik Kota Bogor yang difokuskan untuk melayani kawasan aglomerasi Bogor.
Wilayah ini mencakup Bogor Kota, Puncak, Depok, hingga Cianjur dan sekitarnya.
“Jadi ada dua pendekatan. Galuga untuk Bogor Raya dengan kepemilikan di Kabupaten Bogor, sedangkan Kayu Manis milik Kota Bogor untuk aglomerasi. Ini saling melengkapi,” tegasnya.
Dengan dua proyek tersebut, Pemkot Bogor optimistis persoalan sampah dapat ditangani lebih optimal melalui pemanfaatan teknologi pengolahan menjadi energi listrik.
“Insyaallah, masa depan pengelolaan persampahan Kota Bogor bisa tuntas dengan terbangunnya PLTSa yang kita kelola bersama,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga