RADAR BOGOR – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor bersiap menggelar Musyawarah Kota (Muskota) VIII sebagai penanda berakhirnya masa kepengurusan periode 2021–2026.
Sejumlah persiapan Muskota VIII telah dilakukan oleh jajaran pengurus. Terbaru, mereka melakukan kunjungan dan konsultasi resmi ke Kadin Jawa Barat guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan organisasi.
Rombongan dipimpin Ketua Kadin Kota Bogor, Bagus Maulana. Ia menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga proses organisasi tetap selaras dengan aturan yang berlaku.
Baca Juga: Dua Posisi Kosong, Pemkab Bogor Buka Seleksi Dirut dan DirOps PT Sayaga Wisata
Menurutnya, Muskota merupakan forum tertinggi di tingkat kota yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah dan kepemimpinan organisasi ke depan.
“Pelaksanaannya mengacu pada AD/ART serta Peraturan Organisasi Kadin Indonesia terkait penyelenggaraan Muskota,” jelasnya.
Selama periode 2021–2026, Kadin Kota Bogor telah menjalankan berbagai program di tengah berbagai dinamika. Secara umum, organisasi tetap berjalan baik, termasuk dalam memperkuat keanggotaan dan kontribusi terhadap dunia usaha di Kota Bogor.
Baca Juga: Penting bagi Calon ASN, Simak Perbedaan Instansi Pusat dan Daerah Sebelum Daftar CPNS 2026
Bagus juga menegaskan komitmennya untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus mendukung proses transisi kepemimpinan yang tertib dan sesuai aturan.
Dalam pertemuan tersebut, Kadin Kota Bogor menyatakan kesiapan untuk melaksanakan Muskota VIII dengan harapan kegiatan dapat berlangsung lancar, tertib, dan kondusif dengan arahan dari Kadin Jawa Barat.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi Kadin Jawa Barat, Rio F. Wilantara, menekankan pentingnya pelaksanaan Muskota yang mengacu pada aturan organisasi serta menjunjung prinsip keterbukaan dan ketertiban.
Baca Juga: Kota Bogor Siapkan Dua PSEL, Galuga untuk Bogor Raya, Kayu Manis untuk Aglomerasi
“Pelaksanaan Muskota harus sesuai AD/ART dan Peraturan Organisasi, serta menjaga kondusivitas,” ujarnya.
Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi turut mengapresiasi kinerja pengurus Kadin Kota Bogor. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam setiap proses organisasi.
Ia juga mengingatkan bahwa Muskota merupakan satu-satunya mekanisme resmi dalam pergantian kepengurusan, sehingga seluruh tahapan harus dijalankan dengan menjunjung tinggi aturan dan sportivitas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap anggota KADIN yang memenuhi syarat memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses pencalonan secara terbuka dan transparan.
Melalui konsultasi ini, diharapkan pelaksanaan Muskota VIII KADIN Kota Bogor dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan baru yang profesional, berintegritas, serta mampu melanjutkan peran organisasi dalam mendukung dunia usaha di daerah.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga