RADAR BOGOR – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta bersama KAI Commuter akan melakukan penataan sekaligus perpanjangan jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor mulai April 2026.
Dampak penutupan jalur di Stasiun Bogor oleh KAI, sejumlah perubahan layanan akan dirasakan pengguna Commuter Line selama proses pekerjaan berlangsung.
Penutupan sementara jalur 6, 7, dan 8 menjadi salah satu perubahan utama yang dilakukan KAI di Stasiun Bogor. Selama masa pekerjaan, layanan naik dan turun penumpang dialihkan ke jalur 1 hingga 5.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menjelaskan, penyesuaian juga terjadi pada operasional perjalanan KRL.
Sebanyak 31 perjalanan Commuter Line Bogor akan mengalami perubahan waktu keberangkatan maupun kedatangan sekitar 2 hingga 3 menit dari jadwal sebelumnya.
“Peningkatan ini dilakukan sebagai respons atas tingginya volume pengguna di Stasiun Bogor yang mencapai 98 ribu hingga 100 ribu orang per hari,” ujarnya.
Baca Juga: BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia dalam Global 500 2026, Rebranding Perkuat Posisi Global
Selain itu, akses keluar masuk penumpang atau tap in dan tap out juga akan mengalami perubahan menyesuaikan alur baru di dalam stasiun. Pengguna diminta memperhatikan petunjuk serta arahan petugas di lapangan.
Perubahan juga terjadi pada fasilitas penunjang. Musala dan toilet yang berada di sisi barat stasiun akan dipindahkan sementara ke sisi selatan.
"Untuk mendukung mobilitas penumpang, akan dibangun fasilitas penyeberangan sementara menuju peron jalur 1 hingga 5 dari arah Jalan Kapten Muslihat," ungkapnya.
Baca Juga: PJU Rusak dan Pohon Rawan Tumbang Picu Kecelakaan, Tim Gabungan Turun Tangan di Depok
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menyampaikan, pekerjaan ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas layanan ke depan, termasuk untuk mendukung operasional rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta (SF12).
“Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan sehingga operasional kereta api ke depan lebih optimal,” katanya.
Adapun pekerjaan meliputi perpanjangan peron dan jalur sepanjang 50 meter, serta penyesuaian pada jalur 6 dan 7. Proyek ini ditargetkan berlangsung selama 90 hari kalender dan dimulai pada minggu ketiga April 2026.
Baca Juga: Pemerintah Klaim Ekonomi Kuartal I 2026 Tetap Kuat, Pertumbuhan Diproyeksi Tembus 5,5 Persen
Selama proses pembangunan, sejumlah area stasiun akan digunakan untuk kegiatan konstruksi, termasuk area parkir dan jalur mobilisasi alat berat. Beberapa tenant di peron 8 juga terdampak karena aksesnya ditutup sementara.
KAI dan KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk menyesuaikan jadwal perjalanan serta mengikuti informasi terbaru yang akan disampaikan melalui kanal resmi.
Selain itu, pengguna diminta tetap mengutamakan keselamatan dan mematuhi arahan petugas selama pekerjaan berlangsung.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga