RADAR BOGOR - Produksi benih padi IPB 3S mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Kementerian Pertanian (Kementan) langsung memborong benih olahan IPB University itu.
Hal ini mengemuka saat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendatangi Gedung Startup Center (GDC) IPB University pada, Kamis, 9 April 2026.
Amran mengapresiasi inovasi yang dihasilkan oleh IPB University itu. Apalagi produksi benih padi IPB 3S mampu menghasilkan lebih dari 10 ton.
“Bahkan sampai 11 ton, maka ini langsung kami melakukan transaksi dengan nilai beli Rp250 miliar,” ujar Mentan Amran kepada wartawan Kamis, 9 April 2026.
Amran menjelaskan kerja sama dengan IPB University sebetulnya sudah berlangsung selama lebih kurang 10 tahun. Ini juga bentuk apresiasinya kepada para peniliti.
“Ini bentuk penghargaan Kementan atau pemerintah terhadap para peneliti kita. Para peneliti kita termasuk mereka yang ada di IPB University,” kata Amran.
Baca Juga: Komisi IV DPR RI Apresiasi Langkah Mentan Amran Sulaiman Antisipasi El Nino dan Tekanan Global
Tidak hanya dengan IPB, Kementan disebut Amran juga turut bekerja sama dengan perguruan tinggi lain. Misalnya Universitas Hasanudin, Andalas hingga ITS.
“Kami beli produk-produk yang bisa memberikan nilai tambah di sektor pertanian. Produksi rata rata nasional 5,5 atau 6 ton ini bisa produksi 10 ton,” jelasnya.
Amran juga turut menantang para peneliti untuk bisa menghasilkan dormansi bawang putih yang semula bisa dipanen enam bulan menjadi dua bulan.
“Bahkan kalau bisa satu bulan, termasuk tepung tapioka, kita sudah banyak kerja sama langsung tindak lanjuti, bukan lagi percobaan tapi skala besar,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati