Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Angkot Full AC Mikro Transpakuan Viral, Ada Hubungannya dengan Kota Bogor? Begini Penjelasan Dishub

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 9 April 2026 | 18:17 WIB
Mobil konsep angkutan umum modern saat dipamerkan dalam  GIICOMVEC 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran.(Facebook/Setir Kanan)
Mobil konsep angkutan umum modern saat dipamerkan dalam GIICOMVEC 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran.(Facebook/Setir Kanan)

RADAR BOGOR – Video angkutan kota (angkot) modern ber-AC yang disebut mikro Transpakuan viral di media sosial. Kendaraan tersebut disebut-sebut sebagai calon pengganti angkot tua di Kota Bogor.

Dalam video viral itu, terlihat angkot dengan desain lebih modern berbasis mobil niaga, dilengkapi fasilitas seperti AC, kursi empuk, hingga port pengisian daya ponsel. Terdapat pula logo Dishub dan Kota Bogor lengkap dengan tulisan Mikro Transpakuan.

Diketahui, kendaraan tersebut merupakan konsep yang diperkenalkan Suzuki dalam ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo. Basisnya menggunakan Suzuki Carry yang dimodifikasi menjadi angkutan penumpang modern dengan konsep modular.

Baca Juga: Menteri Pertanian Amran Sulaiman Genjot Hilirisasi, Ubi hingga Tebu bakal Dikembangkan Jadi Etanol

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto menegaskan kendaraan tersebut bukan merupakan program resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Menurutnya, unit tersebut hanya untuk kebutuhan pameran dan tidak memiliki kaitan dengan Kota Bogor.

“Mungkin hanya untuk sekadar pameran saja,” ujar Sujatmiko saat dikonfirmasi Radar Bogor, Kamis 9 April 2026.

Sujatmiko juga memastikan, hingga saat ini belum ada pemesanan atau kerja sama terkait pengadaan angkot modern tersebut oleh Pemkot Bogor. 

“Belum ada,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Ledakan di Lapangan Padel Ciangsana Gunung Putri Bogor, Diduga dari Ruang Kafe

Meski demikian, kemunculan konsep angkot modern tersebut memicu harapan baru bagi peningkatan kualitas transportasi umum di Kota Bogor. Selama ini, angkot konvensional kerap dikeluhkan karena kondisi yang sempit, panas, dan minim fasilitas.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim sebelumnya menyampaikan arah kebijakan pembangunan transportasi dalam Musrenbang Kota Bogor dan menegaskan, fokus RKPD 2027 akan diarahkan pada integrasi moda transportasi modern serta penataan angkutan umum yang sudah ada.

“Kita akan mendorong percepatan pembangunan transportasi massal berbasis rel, yakni trem kota, mulai dari persiapan mockup hingga tahapan pembangunannya,” kata Dedie Rachim dalam keterangannya Rabu, 8 April 2026.

Tak hanya itu Pemkot Bogor juga akan mengoptimalkan layanan BisKita Trans Pakuan melalui rencana perluasan koridor lalu angkot yang ada pun akan ditata secara komprehensif tanpa mematikan mata pencaharian sopir, melalui kebijakan penataan ulang trayek dan pembatasan usia kendaraan.

Baca Juga: Wilayah Ini Sudah Cair Bansos Tahap Awal, Tapi PKH BPNT Tahap 2 April Juni 2026 Belum Muncul di SIKS-NG, Ini Fakta Terbaru dan Daftar yang Sudah Mulai

Pemerintah Kota Bogor juga bakal melanjutkan revitalisasi Terminal Bubulak tahap tiga  mencakup perbaikan berbagai fasilitas yang diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik lebih nyaman dan terintegrasi.(uma)

Editor : Eka Rahmawati
#Mikro Transpakuan #kota bogor #dishub #angkot