RADAR BOGOR - Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga kini masih maksa untuk berjualan di kawasan Suryakencana, Kota Bogor, sejumlah cara pun dilakukan untuk mengelabui petugas.
Salah satunya mereka mengangkut barang dagangannya menggunakan motor, kondisi ini dilakukan, pasca kendaraan pengangkut sayur tak boleh masuk ke Suryakencana.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor Dody Wahyudin mengatakan para PKL kerap memindahkan orderan sayurnya dari mobil pick up ke motor.
“Ini dilakukan di Warbo setelah Otista, jadi dari pick up dipindahin ke motor, dari situ diangkut untuk bisa masuk ke kawasan Suryakencana,” jelas Doddy.
Kondisi serupa juga dilakukan di simpang Empang, di titik ini, petugas Dishub kerap menemukan PKL yang memikul sendiri sayuran yang hendak dijual.
“Ini akal-akalan pedagang, mereka nunggu petugas lengah, setelah itu langsung masuk ngebut ke Suryakencana sembari bawa dagangannya,” terang Doddy.
Doddy tidak menampik bahwa aktivitas PKL di kawasan Suryakencana masih terjadi. Tidak mungkin pick up pembawa sayur datang tanpa ada yang memesannya.
“Masih ada waluapun tidak terlalu signifikan, jadi kaya tukang daun, jagung sama sayuran tapi jumlahnya sudah tidak terlalu banyak,” ujar Doddy.
Meski begitu Doddy memberikan garansi anak buahnya akan selalu siap siaga, aktivitas bongkar muat sayuran apapun akan langsung segera ditindak.
“Kami tetap melakukan pengawasan, pokonya mau pakai motor ataupun pikul kita larang gak boleh masuk,” tegasnya.
Sudah ada lebih dari 20 motor pengangkut yang terjaring razia oleh petugas. Data ini dicatat sejak Selasa malam hingga Kamis, 9 April 2026 dini hari.
“Ada banyak lebih dari 40 an, dari malam Selasa yang pakai motor, jadi aktivitas ini terjadi setelah apel bersama dengan pa Wali nah malemnya langsung,” pungkasnya. (bay)
Editor : Eka Rahmawati