Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cek Pelaksanaan WFH di Kota Bogor, Bima Arya Blusukan ke Rumah ASN

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 10 April 2026 | 12:51 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri dan Wali Kota Bogor saat mengecek pelaksanaan WFH di rumah ASN (Fauzan/Radar Bogor)
Wakil Menteri Dalam Negeri dan Wali Kota Bogor saat mengecek pelaksanaan WFH di rumah ASN (Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Pelaksanaan WFH di Kota Bogor mendapat perhatian dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya. Ia turut blusukan ke tempat tinggal ASN yang bekerja di rumah.

Bima Arya ditemani Wali Kota Bogor, Dedie Rachim. Mereka menggunakan sepeda motor listrik saat datang ke rumah ASN di Kelurahan Paledang, Jumat 10 April 2026. 

Bima ARys mengapresiasi pelaksanaan WFH di Kota Bogor. Semua mekanisme kerja ASN di wilayah ini sudah berbasis digital. Termasuk mereka yang hendak melakukan absensi selama bekerja di rumah.

Baca Juga: Gelar Halal Bihalal 2026, IWAPI Tanah Sareal Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Wawasan Keagamaan

“Yang sangat kami apresiasi ASN ini, di rumah bisa melakukan absensi dan kordinatnya disesuaikan dengan rumah. Jadi kalau bergeser dianggap tidak absen,” jelas Bima. 

Jika ASN terdeteksi tidak di rumah, saat WFH mereka akan dikenakan sanksi cukup berat.

Pertama Tunjangan Kinerja (Tunkin) nya akan langsung dikurangi oleh masing-masing pimpinan OPD.

Baca Juga: Kapan Jadwal Seleksi CPNS 2026 Dibuka? Simak Bocoran Prediksi dan Formasi yang Dibutuhkan

“Pertanyaanya sanksinya apa? Kalau tidak di rumah tidak masuk data maka Tunkin nya akan berkurang dan diperhitungkan,” terang Bima pada awak media.

Efektivitas pelaksanaan WFH akan dilihat selama satu bulan kedepan. Termasuk dampak kinerja ASN selama mereka bekerja di rumah. 

“Nanti kami meminta evaluasinya dalam waktu satu bulan, sejauh mana kinerja kinerja ini tetap terpenuhi dan satu lagi tadi ada juga ingin melihat sejauh mana tugas tugas itu tidak terdampak,” ujar Bima Arya.

Baca Juga: Kabar Gembira! Gaji ke 13 Diprediksi Cair Juni 2026, Ini Komponen dan Kategori PPPK yang Tidak Bisa Terima Tunjangan

Untuk ASN yang tidak melaksanakan WFH diimbau untuk ikut juga melakukan efisiensi.  

Salah satu caranya dengan berangkat ke kantor menggunakan transportasi umum atau bersepeda. 

“Yang bekerja ini kami meminta memaksimlakan penggunaan tranportasi publik untuk efisiensi. Bagi yang bisa gowes silahkan gowes atau menggunakan kendaraan listrik,” terang Bima Arya.

Dedie Rachim mengatakan WFH dilaksanakan untuk pejabat eselon III. Di Kota Bogor ada 9 persen ASN yang masih bekerja ke kantor.

Baca Juga: Fenomena Struk Bansos April 2026, Benarkah PKH dan BPNT Tahap 2 Sudah Cair Masif? Simak Fakta Lengkapnya

“Jadi kami laporkan bahwa WFH Kota Bogor dilaksanakan untuk level eselon tiga ke bawah ya. Dan hampir mencakup 9 persen dari keseluruhan ASN di Kota Bogor. Jumlahnya 1.054 orang,” beber Dedie.

Pelaksanaan WFH di Kota Bogor akan diawasi ketat. Selama bekerja di rumah mereka akan dipantau menggunakan sistem yang sudah berbasis elektronik atau digital.

“Kemudian kami juga melaksanakan sistem absensi tiga kali dalam sehari. Satu kali saat dipagi hari, yang kedua itu siang, dan yang ketiga sore jam setengah 5 pada saat mereka pulang,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #bima arya #wfh