RADAR BOGOR - Permainan duel catur jalanan di trotoar Jalan Juanda Kota Bogor kian diminati warga. Hampir setiap hari lokasi ini nyaris tak pernah sepi, mayoritas diikuti oleh kaum laki-laki.
Bidak-bidak hitam dan putih berpindah begitu cepat. Raut wajah sumringah dari para pemainnya terpancar membelah suara riuh lalu lintas di sampingnya.
Sesekali tereakan mereka saling bersahutan dengan bunyi klakson kendaraan. Rasa nyaman didukung dengan lokasi yang dikelilingi pepohonan rindang.
Baca Juga: KPM BLT Kesra 2025 Bisa Jadi Penerima Bansos Reguler 2026, Cek 3 Syarat yang Harus Dipenuhi
Segelas kopi hitam dengan sigaret di jari jadi konsumsi wajib. Keduanya disebut kunci strategi permainan dapat terealisasi dengan baik.
Salah satu pemain, Andon mengatakan kegiatan catur jalanan bermula hanya dari kebiasaan iseng tetapi seiring waktu kian diminati.
“Biasanya pagi-pagi, siang atau bahkan sampai malem juga ada, awalnya si iseng iseng cari kesenangan dan hiburan. Awalnya seperti itu,” jelas Andon.
Ia mengaku mulai aktif bermain sejak pensiun pada 2020. Menurutnya, catur menjadi pilihan karena mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya.
Baca Juga: Jelang Idul Adha 1447 Hijriah, Pedagang Kurban di Kota Bogor Dilarang Berjualan di Bahu Jalan
“Kalau olahraga lain sekarang banyak yang harus bayar, kalau catur, di sini gratis, jadi bisa dinikmati saja,” katanya.
Tidak ada aturan khusus bagi warga yang ingin bermain siapa pun diperbolehkan ikut, baik yang sudah bisa bermain maupun yang sekadar ingin mencoba.
Para pemain biasanya membawa papan catur sendiri, meski di lokasi juga tersedia beberapa papan untuk digunakan bergantian.
“Kalau ada yang datang, langsung saja diajak main. Tidak ada syarat,” ucap Andon saat ditemui Radar Bogor pada, Minggu, 12 April 2026.
Selain warga lokal, sesekali turis mancanegara juga terlihat ikut bermain, hal ini menambah suasana berbeda meski tetap berlangsung sederhana.
“Di sini gak bayar bebas free siapapun boleh, kadang kalau ada bule atau turis itu mereka ikut main,” terang pria berusia 65 tahun itu.
Bagi Andon, selain sebagai hiburan, catur juga memiliki manfaat untuk melatih daya ingat, apalagi usianya kini sudah tak lagi muda.
“Paling tidak bisa melatih otak, biar tidak mudah lupa,” ujar Andon.
Meski pernah ada rencana penataan dari pemerintah, hingga kini aktivitas catur jalanan tersebut tetap berjalan seperti biasa.
“Waktu zaman pa Bima pernah mau difailitasi, cuma kata kami tidak usah, gaya model ini lebih seru, bisa bergaul dengan banyak kalangan,” pungkasnya (bay)
Editor : Eka Rahmawati