Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengenal Nabil, Pelukis Muda Difabel yang Karyanya Menarik Perhatian Istri Wali Kota Bogor

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 14 April 2026 | 13:33 WIB
M. Nabil Fadlan Raqilla, pelukis muda difabel di galeri area baca gedung Perpustakaan Kota Bogor, Senin 13 April 2026. (Foto : Sofyansyah/Radar Bogor)
M. Nabil Fadlan Raqilla, pelukis muda difabel di galeri area baca gedung Perpustakaan Kota Bogor, Senin 13 April 2026. (Foto : Sofyansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Di tengah kelas melukis Komunitas Senyum Persahabatan Difabel Bogor di Perpustakaan Kota Bogor, Senin 13 April 2026 sosok M. Nabil Fadlan Raqilla seorang pelukis muda tampak menonjol. 

Pelukis muda difabel berusia 14 tahun itu larut dalam dunianya sendiri, menorehkan warna demi warna di atas kanvas kecil.

Tangannya terlihat lihai menggerakkan kuas, menyempurnakan gambar jerapah berwarna oranye.

Baca Juga: Pintu Kemensos Terbuka Lebar untuk Kanal Pengaduan Bansos, Masyarakat Bisa Lapor Jika Belum Terdaftar

Di sekelilingnya, meja kayu dipenuhi cat akrilik, palet, hingga beberapa hasil karya yang telah selesai.

Namun, di balik kemampuannya saat ini, perjalanan Nabil dalam dunia seni rupanya baru dimulai beberapa bulan terakhir.

Ibunda Nabil, Sopiah, mengungkapkan ketertarikan anaknya pada seni sebenarnya sudah terlihat sejak kecil. Nabil kerap memanfaatkan barang-barang sederhana di sekitarnya untuk berkreasi.

Baca Juga: Klarifikasi Jadwal Pencairan Bansos April 2026 dan Pahami Sistem Graduasi Mandiri Kepesertaan

“Dia itu tidak bisa lihat kardus atau barang bekas nganggur. Pasti langsung dibuat sesuatu, seperti rumah-rumahan atau bentuk lain,” ujarnya.

Kemampuan melukis, lanjut Sopiah, muncul secara spontan. Nabil mulai menggambar dengan meniru apa yang dilihatnya, termasuk wajah anggota keluarga.

“Tiba-tiba saja dia menggambar wajah keluarga dari foto. Dari situ saya mulai berpikir untuk mencarikan guru lukis,” katanya.

Baca Juga: bank bjb Raih Penghargaan SPPA BEI 2025, Bukti Dominasi di Transaksi Repo dan Pasar Alternatif

Pencarian itu tidak mudah. Hingga akhirnya Sopiah mendapat rekomendasi melalui relasi komunitas dan dipertemukan dengan Gunawan, seniman yang kini menjadi mentor kelas melukis.

Bahkan, sebelum kelas komunitas berjalan, Nabil sempat menjadi murid pertama yang dibimbing secara privat. “Nabil ini bisa dibilang murid pertamanya Pak Gun,” jelasnya.

Sopiah menyebut, anaknya memiliki karakter pendiam. Namun di balik itu, ia menyimpan imajinasi yang kuat dan sering mengekspresikannya melalui karya.

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Nabil dikenal gemar membuat berbagai bentuk dari kertas. Bahkan, buku pelajaran kerap habis digunakan untuk membuat perahu atau kapal.

Baca Juga: Promo Spesial: Diskon 50 Persen Cuma Sampai Besok, Ayo Percantik Diri dengan Treatment di Cabang Chocolaspa Terbaru, Berikut Syarat dan Ketentuannya

“Guru kelasnya yang cerita. Katanya kertas di buku sampai habis dipakai Nabil untuk bikin sesuatu,” ungkapnya.

Memasuki kelas enam, kreativitasnya semakin berkembang. Ia mulai menggunakan kardus dan lem tembak untuk membuat miniatur rumah adat. Sayangnya, karya-karya tersebut belum sempat dipamerkan secara luas.

Perjalanan pendidikan Nabil juga tidak lepas dari tantangan. Sopiah mengaku sempat kesulitan mencari sekolah dasar yang mau menerima kondisi anaknya.

Baca Juga: Informasi Bansos Triwulan II 2026, Dinamika Data Tunggal BPS dan Mekanisme Sanggah bagi Masyarakat Penerima Manfaat

Akhirnya, Nabil diterima di salah satu sekolah dasar negeri inklusi dengan syarat adanya pendamping di kelas. Peran tersebut diambil langsung oleh Sopiah.

“Untuk anak disabilitas, pembelajarannya disesuaikan dengan kemampuan dan keunggulannya,” jelasnya.

Sopiah juga mengungkapkan, kondisi yang dialami Nabil bukan sejak lahir. Disabilitas tersebut terjadi akibat kecelakaan saat ia masih balita.

Baca Juga: DJI Osmo Pocket 4 Segera Rilis, Kamera Mini dengan Kualitas 6K Siap Menggoda Kreator

“Sebelum itu kondisinya normal, bahkan pertumbuhannya cepat. Tapi setelah kejadian itu, semuanya berubah,” katanya.

Kini, melalui kelas melukis di komunitas, bakat Nabil mulai menemukan arah. Kemampuannya bahkan sempat menarik perhatian dalam sebuah festival anak istimewa beberapa waktu lalu.

Mentor kelas melukis, Gunawan, menilai kemampuan Nabil termasuk yang menonjol dibanding peserta lain. Meski baru beberapa bulan belajar, perkembangannya dinilai cukup pesat.

“Dari sekitar 15 anak, baru beberapa yang mulai masuk tahap teknis. Salah satunya Nabil,” ujarnya.

Baca Juga: Samsat Kota Bogor Gelar Razia Pajak di Jalan Pemuda, Sasar Penunggak Kendaraan Roda Empat

Karya Nabil juga sempat mendapat perhatian langsung dari istri Wali Kota Bogor, Yantie Rachim, saat menghadiri kegiatan tersebut.

Gunawan menambahkan, pendekatan dalam mengajar anak difabel tidak bisa dilakukan secara kaku.

Hal terpenting adalah menumbuhkan rasa senang dan keberanian untuk bereksplorasi.

Baca Juga: Kemune Kohi, Sudut Kecil Bernuansa Jepang di Bogor, Punya Vibes Ala Film Ghibli

“Saya bebaskan mereka mau gambar apa saja. Yang penting mereka menikmati prosesnya dulu,” katanya.

Kini, melalui Komunitas Senyum Persahabatan Difabel Bogor yang berdiri sejak Januari 2026, Nabil memiliki ruang untuk terus berkembang.

Komunitas pelukis tersebut telah mewadahi sekitar 60 anak difabel dengan berbagai potensi, termasuk di bidang seni lukis. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#difabel #Perpustakaan Kota Bogor #pelukis