RADAR BOGOR – Pengembangan GOR Pajajaran menjadi kawasan olahraga terpadu mulai memasuki tahap lanjutan.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menargetkan lelang tahap kedua proyek pengembangan GOR Pajajaran senilai hampir Rp51 miliar digelar pada akhir April 2026.
Untuk memastikan kesiapan itu, Dedie meninjau Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Selasa 14 April 2026.
Ia mengecek langsung kesiapan administrasi hingga teknis sebelum proses lelang pengembangan GOR Pajajaran dimulai.
Menurutnya, jeda waktu dari tahap pembangunan sebelumnya harus dimanfaatkan untuk mematangkan perencanaan.
Dengan persiapan yang lebih baik, hasil pembangunan diharapkan bisa lebih optimal dan fungsional.
“Insyaallah akhir bulan ini lelang tahap kedua bisa dilaksanakan. Nilainya kurang lebih Rp51 miliar,” ujarnya.
Selain pembangunan stadion, Dedie juga menyoroti pentingnya fasilitas penunjang.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas stadion harus dibarengi dengan penyediaan sarana pendukung, terutama area parkir yang memadai.
Baca Juga: Mengenal Nabil, Pelukis Muda Difabel yang Karyanya Menarik Perhatian Istri Wali Kota Bogor
Ke depan, stadion akan dilengkapi lintasan atletik serta fasilitas olahraga lainnya yang lebih representatif.
Hal itu diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk berolahraga sekaligus menghidupkan kawasan GOR Pajajaran.
Pemkot Bogor juga menyiapkan pengembangan kawasan dengan menghadirkan fasilitas pendukung seperti pusat kuliner, toko cinderamata, hingga penyedia perlengkapan olahraga.
“Kalau satu kawasan sudah lengkap, harus ada sarana pendukung seperti kuliner dan toko olahraga. Konsepnya sudah ada, tinggal kita implementasikan,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menyebut pengembangan kawasan GOR tidak hanya fokus pada infrastruktur olahraga. Pihaknya juga mulai menyiapkan penguatan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.
Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni pembenahan sistem parkir agar lebih tertata dan profesional.
Selain itu, Dispora juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk menghadirkan fasilitas komersial seperti kafe dan restoran.
Baca Juga: Klarifikasi Jadwal Pencairan Bansos April 2026 dan Pahami Sistem Graduasi Mandiri Kepesertaan
“Pertama, kita akan tingkatkan sistem parkir. Kedua, kita akan datangkan investor agar kawasan GOR bisa hidup sampai malam,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Menurut Anas, konsep tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar fasilitas olahraga daerah juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Dengan adanya ruang publik seperti kafe dan area komersial, kawasan GOR Pajajaran diharapkan tetap ramai meski aktivitas olahraga telah selesai.
Baca Juga: bank bjb Raih Penghargaan SPPA BEI 2025, Bukti Dominasi di Transaksi Repo dan Pasar Alternatif
“Kita akan bangun lebih bagus, termasuk fasilitas kafe. Harapannya masyarakat tertarik datang, baik untuk olahraga maupun sekadar bersantai,” tandasnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin