Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Wamenaker Apresiasi RS Ummi Bogor, Serap 120 Peserta Magang Program Nasional

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 14 April 2026 | 20:36 WIB
Wakil Menteri Tenaga Kerja Afriansyah Noor kunjungan kerja ke RS Ummi Kota Bogor, Selasa, 14 April 2026. (Sofiansyah/Radar Bogor)
Wakil Menteri Tenaga Kerja Afriansyah Noor kunjungan kerja ke RS Ummi Kota Bogor, Selasa, 14 April 2026. (Sofiansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Sebanyak 120 peserta magang diserap RS Ummi Bogor dalam program magang nasional. Capaian ini mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansyah Noor.

Afriansyah menilai hal ini sebagai bentuk komitmen RS Ummi dalam mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) nasional, khususnya bagi lulusan baru.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Gedung RS Ummi Lantai 6, Empang, Bogor Selatan, Selasa, 14 April 2026.

Baca Juga: Pohon Beringin Setinggi 20 Meter Tumbang, Akses Jalan di Mulyaharja Kota Bogor Tertutup

Dalam kesempatan itu, ia menyebut RS Ummi telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyerap tenaga kerja muda. Penyerapan ini diharapkan bisa terus dilakukan di pembukaan magang selanjutnya.

“RS Ummi meski bertipe C, namun mampu melayani hampir 1.000 pasien per hari. Ini menunjukkan komitmen pelayanan yang luar biasa, sekaligus kontribusi nyata dalam program magang nasional,” ujar Afriansyah.

Ia menjelaskan, program magang nasional merupakan instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk menekan angka pengangguran, terutama dari kalangan fresh graduate.

Baca Juga: Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Masih Proses Data, Ini Status Terbaru SIKS-NG dan Penjelasan Lengkap untuk KPM

Sejak diluncurkan akhir 2025, program ini telah menjangkau sekitar 100 ribu peserta dan ditargetkan meningkat menjadi 150 ribu orang.

Di RS Ummi Bogor, peserta magang tersebar di berbagai bidang, mulai dari tenaga keperawatan, teknis kefarmasian, apoteker hingga administrasi.

“Program ini berjalan selama enam bulan. Peserta mendapatkan pengalaman kerja sesuai bidangnya, sehingga lebih siap masuk dunia kerja,” jelasnya.

Selain pengalaman, peserta juga memperoleh uang saku sekitar Rp5 juta per bulan atau setara Upah Minimum Kota (UMK) Bogor.

“Ini bukan sekadar honor, tetapi bentuk dukungan agar mereka bisa fokus belajar dan bekerja,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama RS Ummi Bogor, dr. Najib Askar, menyebut program ini juga menguntungkan rumah sakit karena menghadirkan SDM potensial.

Dari peserta yang telah mengikuti program, empat orang diangkat menjadi karyawan tetap di RS Ummi. Sementara tiga lainnya berhasil bekerja di instansi lain.

Baca Juga: Peron 6 Sampai 8 Stasiun Bogor Ditutup Mulai 15 April 2026, Jadwal Perjalanan Kereta Disesuaikan

“Ini membuktikan program magang menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Kualitas peserta sangat baik dan mampu beradaptasi cepat,” ungkapnya.

Menurutnya, dari sisi kinerja, peserta magang tidak jauh berbeda dengan karyawan tetap. Hal itu menunjukkan efektivitas program dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut, sehingga semakin banyak lulusan terserap di dunia kerja,” tandasnya. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #RS UMMI #Wamenaker