RADAR BOGOR - Penutupan peron 6 sampai 8 resmi berlaku Selasa 14 April 2026. Kondisi ini membuat banyak penumpang yang memilih datang lebih awal untuk menghindari kepadatan.
Pantauan di lokasi pukul 06.00 WIB penumpang sudah memadati area Stasiun Bogor. Mereka terlihat berlari-lari untuk mengejar kereta tujuan.
Akses jalan penumpang di depan peron 6 sampai 8 ditutup menggunakan papan. Pihak Stasiun Bogor menyediakan akses baru, tepatnya di sisi kanan dari arah Pintu Barat.
Akses baru tersebut bisa digunakan untuk penumpang yang hendak naik ataupun turun. Sementara akses yang mengarah ke pintu Timur tidak ada perubahan.
Petugas kemanan tampak sibuk mengatur flow penumpang. Mereka sesekali tereak untuk menginformasikan perjalanan kereta terdekat.
Jalur yang saat ini digunakan untuk perjalanan kereta hanya 1 sampai 4 saja. Area peron di lokasi tersebut pun tampak lebih penuh dari biasanya.
Salah satu penumpang, Maurent mengatakan dirinya rela datang lebih awal untuk menghindari kepadatan. Sudah dari pukul 05.57 tiba di Stasiun Bogor.
“Datang tadi pukul 05.57 bangunnya juga lebih awal 04.30 WIB saya mau ke Jakarta Timur Rawamangun,” kata perempuan berusia 23 tahun itu.
Maurent sendiri sudah mengetahui adanya penutupan peron dari pekan lalu. Informasi ini ia dapatkan dari pemberitaan di sejumlah media masa.
Bagi Maurent tidak ada perubahan yang signifikan dari penutupan peron ini. Hanya saja area Stasiun Bogor dirasa lebih padat meski sudah datang lebih awal.
“Seperti biasa aja hanya lebih padat dan sesak. Tapi jadi bingung jadwal keberangkatan kereta soalnya satpam pun diatanya belum dapat kabar,” terangnya.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan penutupan peron ini memang berdampak terhadap 31 perjalanan kereta.
“Terdapat penyesuaian 31 jadwal keberangkatan dan kedatangan perjalanan selama 2-3 menit dari jadwal sebelumnya. Sedangkan pemberangkatan lainnya tidak mengalami perubahan,” ujar Karina.
Baca Juga: Sidak Lokasi Pengelolaan Emas di Leuwisadeng Bogor, Satpol PP Minta Pemilik Proses Perizinan
Karina menjelaskan penutupan peron 6 sampai 8 dilakukan guna mendukung pengembangan infrastruktur perpanjang rel di area tersebut.
Proyek perpanjangan rel ini dilakukan guna mendukung layanan KRL dengan formasi 12 (SF12). Sebab selama ini hanya melayanai rangkain SF10.
Karina menjelaskan bahwa selama masa pekerjaan, pelayanan naik-turun penumpang dipusatkan di peron jalur 2 sampai 5.
“Selama periode pekerjaan mulai 15 April 2026, pengguna Commuter Line Bogor yang naik dan turun hanya akan dilayani di peron jalur 2-3 dan peron jalur 4-5,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin