RADAR BOGOR - Aksi begal yang terjadi di Kelurahan Cikaret, beberapa waktu lalu, jadi perhatian serius. Aparat kepolisian kian gencar menyisir titik rawan aksi kejahatan.
Seperti diketahui, aksi begal di Cikaret menelan korban. Seorang warga harus dilarikan ke rumah sakit setelah baku pukul dengan pelaku.
Kasatreskim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji Riznaldi Nugroho mengatakan aksi begal terjadi diwaktu krusial. Pelaku kerap meluncurkan aksinya direntan pukul 02.00 WIB.
Baca Juga: Staycation Estetik di Puncak Bogor, Cabin Capsule Ini Punya Balkon dengan View Kebun Teh
“Aksi pembegalan biasanya terjadi pada waktu krusial antara pukul 02.00 – 05.00 WIB. Pelaku biasanya beraksi di lokasi yang gelap,” jelas Aji pada Radar Bogor.
Aji mengungkapkan titik rawan begal tersebar di enam kecamatan yang ada di Kota Bogor. Pertama di wilayah Tanah Sareal.
“Di Tanah Sareal ada di Kawasan Cijambu dan Salabenda yang berbatasan langsung dengan Kemang atau Parung,” beber Aji dikonfirmasi lebih lanjut, Rabu 15 April 2026.
Berikutnya di Kecamatan Bogor Utara. Pelaku begal kerap berksi di wilayah Cimahpar, Perumahan Sekitar Katulampa dan di area Pangkalan Dua.
“Untuk Bogor Barat di Wilayah Bubulak yang berbatasan dengan Laladon dan Bogor Selatan di Jalan Tentara Pelajar dan kawasan Pamoyanan,” ujar Aji.
Tidak hanya begal, Polisi disebut Aji juga sudah memetakan lokasi rawan pencurian motor. Pelaku biasanya beraksi di rentan waktu pagi menjelang siang.
Baca Juga: Berani Coba? Extreme Park Bogor Tawarkan Wahana dan Pengalaman Trip Ekstrem di Tengah Alam
“Sering terjadi di area pemukiman padat dan parkiran umum pada jam rawan seperti pukul 09.00 hingga 12.00 WIB atau saat pagi menjelang siang,” ucapnya.
Titik rawan pencurian motor berada di wilayah Taman Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, kemudian di Perumahan Yasmin, Kecamatan Bogor Barat.
“Dan di pusat Keramaian misalnya sekitar area stasiun dan pasar tradisional yaitu Pasar Anyar dan Pasar Bogor,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin