Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Kyla, Remaja Tunagrahita Asal Bogor yang Tembus Dunia Modelling

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 15 April 2026 | 13:52 WIB
Kyla Sherafina (18) remaja tunagrahita yang berkarir sebagai modelling. (Foto: Dok Pribadi for Radar Bogor)
Kyla Sherafina (18) remaja tunagrahita yang berkarir sebagai modelling. (Foto: Dok Pribadi for Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Sosok Kyla Sherafina (18) membuktikan keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi.

Remaja penyandang tunagrahita asal Bogor itu mampu menembus dunia modelling dan tampil di berbagai ajang fashion show.

Ketua Komunitas Senyum Persahabatan Difabel Bogor, Eko Yus Samanti Ningsih, yang juga ibu Kyla, menuturkan bakat putrinya mulai terlihat sejak kecil. Kyla disebut memiliki ketertarikan besar terhadap dunia foto.

Baca Juga: Dari Satu Butir Obat Terlarang, Polisi Kembangkan Kasus hingga Tangkap Pengedarnya

“Awalnya dia suka ikut-ikutan kakaknya dan paling senang kalau difoto. Gaya fotonya tidak pernah kami arahkan, tapi selalu terlihat natural. Bahkan fotografer pernah bilang sorot matanya kuat dan photogenic,” ujarnya saat ditemui di Perpustakaan Kota Bogor, Senin 13 April 2026.

Dari situ, Kyla mulai diikutkan dalam berbagai kontes foto. Hasilnya, ia kerap meraih juara, mulai dari juara dua hingga juara harapan.

Untuk mengasah kemampuannya, Kyla sempat mengikuti kelas modelling di Jakarta.

Baca Juga: Bansos Hari Ini 15 April 2026, Penuntasan Tahap 1 Susulan di Berbagai Wilayah dan Prosedur Penurunan Desil KPM

Hal itu dilakukan lantaran belum adanya fasilitas serupa bagi anak disabilitas di Bogor saat itu.

“Setiap Senin sampai Jumat dia sekolah, lalu Sabtu kami ke Jakarta untuk latihan. Dari situ terlihat dia memang sangat menikmati modelling. Kalau di akademik cepat lelah, tapi di sini justru semangat,” jelas Eko.

Kyla mulai serius menekuni modelling sejak duduk di bangku kelas 1 SMP. Ia pun rutin mengikuti berbagai ajang fashion show khusus disabilitas.

Baca Juga: Puluhan Ribu KPM Dicoret di Tahap 2 Penyaluran PKH-BPNT, Cek Kriteria yang Tidak Lagi Menerima Bansos

Salah satu pencapaiannya diraih saat mengikuti Festival Merah Putih. Pada keikutsertaan pertama, Kyla berhasil meraih juara pertama kategori photogenic.

“Untuk berikutnya memang tidak juara lagi karena ada aturan bergiliran. Tapi dia tetap senang ikut prosesnya,” kata Eko.

Di balik prestasinya, Kyla juga menghadapi tantangan. Ia harus berlatih membangun rasa percaya diri, termasuk saat berjalan di atas panggung menggunakan sepatu heels.

Selain di dunia modelling, Kyla juga memiliki keterampilan lain di bidang kriya.

Baca Juga: Antrean Mengular, Beras Murah di Tanah Baru Bogot Ludes 50 Persen dalam Sejam

Ia mampu membuat berbagai kerajinan seperti gelang, gantungan ponsel, hingga dompet koin dari bahan daur ulang.

“Dia belajar sendiri. Saya hanya bantu di bagian yang sulit seperti pasang resleting,” ujarnya.

Hasil karyanya pun memiliki nilai ekonomi. Produk buatan Kyla pernah dipamerkan dalam kegiatan UMKM anak berkebutuhan khusus dan bahkan dibawa hingga ke Hong Kong.

Baca Juga: Siap-siap Pencairan Bansos PKH-BPNT Tahap 2 Ditargetkan Cair Mulai Minggu Ketiga April 2026, Proses Masih Berjalan

“Karyanya sempat dibawa komunitas dari luar negeri sebagai contoh produk daur ulang dari anak disabilitas,” ucap Eko.

Ia menjelaskan, Kyla merupakan penyandang tunagrahita, yakni kondisi keterbatasan intelektual. Meski usianya telah menginjak 18 tahun, secara mental masih setara anak usia sekolah dasar.

“Dia memang masih suka bermain seperti anak kecil. Tapi kami bersyukur dia terus berkembang dan punya bakat yang bisa diasah,” tuturnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#tunagrahita #remaja #model