RADAR BOGOR – Keberadaan IJ, terduga pelaku kasus gadai SK (Surat Keputusan) anggota Satpol PP Kota Bogor, hingga kini belum diketahui. Ia dilaporkan sudah hampir satu bulan tidak masuk kerja.
IJ diketahui menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) di Satpol PP Kota Bogor. Namanya menjadi sorotan setelah diduga terlibat kasus gadai SK milik anggotanya ke bank untuk kepentingan pribadi.
Sejumlah korban gadai SK di Satpol PP Kota Bogor telah berupaya mencari keberadaannya dengan mendatangi kediamannya, namun hasilnya nihil.
Salah satu korban, Desi Hartati, mengaku sudah beberapa kali datang untuk menagih janji pembayaran cicilan.
“Pagi, siang, sampai sore tidak ada. Bahkan malam hari sekitar pukul 21.00 WIB saya datang diantar ketua RT, tetap tidak ditemukan,” ujarnya.
Desi sempat bertemu dengan istri IJ, namun mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan. Ia bahkan diminta pergi dengan alasan persoalan tersebut bukan urusan keluarga.
Baca Juga: Keberangkatan Jemaah Haji Depok Dimulai 22 April 2026, Ini Skema dan Persiapan Tiap Kloter
“Saya datang baik-baik untuk menagih hak saya, bukan meminta-minta. Tapi istrinya menyebut itu bukan tanggung jawab suaminya, melainkan urusan kantor,” katanya.
Dalam kasus ini, sertifikat milik suami Desi digadaikan dengan nilai mencapai Rp100 juta. Kini, ia harus menanggung cicilan sekitar Rp2 juta per bulan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kota Bogor, Pupung W Purnama, menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan urusan pribadi IJ dan tidak berkaitan dengan instansi.
“Yang bersangkutan meminjam uang ke bank menggunakan SK anggota. Awalnya mengaku untuk keperluan kantor, namun ternyata digunakan untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.
Pupung juga membenarkan bahwa IJ sudah hampir satu bulan tidak aktif bekerja. Saat ini, pihaknya tengah memproses sanksi disiplin terhadap yang bersangkutan.
Kasus tersebut kini turut ditangani oleh Badan Kepegawaian Negara. Rekomendasi dari lembaga tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Bogor dalam mengambil keputusan.
Baca Juga: Biskita Transpakuan Bogor Catat Lonjakan Penumpang, Maret Tertinggi di 2026
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, berharap proses dari BKN segera rampung agar keputusan resmi dapat segera ditetapkan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga