RADAR BOGOR – Bank Kota Bogor turut ambil bagian dalam kegiatan sosialisasi fasilitas akses pembiayaan atau permodalan usaha mikro yang digelar Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin) bersama anggota DPRD Kota Bogor.
Edukasi keuangan dan permodalan Bank Kota Bogor ini menyasar ratusan pelaku UMKM dan berlangsung selama tiga hari, yakni 14–16 April 2026.
Sosialisasi sekaligus edukasi Bank Kota Bogor tersebut digelar di Rizen Padjajaran Hotel, Jalan Binamarga II, Kota Bogor, Kamis, 16 April 2026.
Kegiatan diikuti sekitar 90 hingga 100 pelaku UMKM dari Kecamatan Bogor Barat.
Manager Kredit Bank Kota Bogor, Bambang Sulistyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi dan inklusi keuangan yang juga sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ia menuturkan, melalui kegiatan ini pihaknya memberikan pemahaman kepada pelaku usaha terkait pengelolaan keuangan, mulai dari penggunaan uang secara bijak, pengetahuan tentang kredit, hingga pengenalan produk tabungan.
Menurut Bambang, pelaku UMKM umumnya membutuhkan dua hal utama, yakni kemampuan mengelola keuangan dan akses permodalan.
Ia menegaskan bahwa pembiayaan dapat diberikan selama pelaku usaha memenuhi persyaratan yang berlaku.
Syarat tersebut antara lain memiliki usaha yang sudah berjalan minimal satu hingga dua tahun, berdomisili di Kota Bogor, serta telah menjadi nasabah aktif Bank Kota Bogor.
Ia juga menekankan bahwa pembiayaan tidak dapat diberikan kepada usaha yang belum jelas atau masih baru berdiri tanpa rekam jejak.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Kota Bogor turut memperkenalkan berbagai produk pembiayaan. Untuk kredit ultra mikro, tersedia plafon mulai Rp2 juta hingga Rp4 juta tanpa agunan dengan sistem tabungan harian.
Sementara untuk kebutuhan modal yang lebih besar, tersedia kredit konvensional dengan plafon mulai Rp5 juta hingga Rp1 miliar, dengan persyaratan agunan seperti BPKB kendaraan atau sertifikat hak milik (SHM).
Bambang menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah mendorong pelaku UMKM agar naik kelas, tidak hanya melalui bantuan modal, tetapi juga peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan.
Ia menambahkan, program dana bergulir ultra mikro yang diluncurkan setahun terakhir telah dimanfaatkan sekitar 300 pelaku UMKM, dengan sebagian di antaranya berhasil meningkatkan plafon pinjaman.
Ke depan, Bank Kota Bogor juga berencana memperkuat layanan digital seperti QRIS dan internet banking guna meningkatkan kemudahan transaksi nasabah.
Selain itu, layanan jemput bola juga terus dikembangkan, termasuk untuk tabungan kelompok seperti arisan atau komunitas warga agar pengelolaan keuangan lebih tertib dan aman.
Salah satu peserta, Damawati, warga Balumbangjaya, mengaku terbantu dengan adanya sosialisasi tersebut. Ia menilai informasi yang diberikan memudahkan pelaku UMKM dalam memahami akses permodalan yang aman.
“Selama ini kami bingung bagaimana cara mengajukan modal yang aman. Lewat sosialisasi ini kami jadi paham ada produk ultra mikro tanpa jaminan, selama usaha sudah berjalan lebih dari satu tahun,” ungkapnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga