RADAR BOGOR – Hujan deras kembali melanda Kota Bogor sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis, 16 April 2026. Hujan yang disertai angin kencang masih berlangsung hingga pukul 18.30 WIB dan memicu sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah.
Mayoritas laporan warga berupa banjir yang menggenangi permukiman hingga ruas jalan, kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu dan pengguna jalan diminta lebih berhati-hati saat melintas.
Sejumlah titik terpantau tergenang, sementara angin kencang memperparah situasi dan meningkatkan potensi bahaya di lapangan.
Baca Juga: Jembatan Cigoha Amblas Diterjang Hujan Deras, Akses Antardesa di Tanjungsari Bogor Lumpuh Total
Berdasarkan pantauan, banjir terjadi di kawasan Ranggamekar RW 04, air dilaporkan masuk ke dalam rumah warga setelah pagar jebol akibat derasnya aliran air.
Selain itu, genangan juga terjadi di RT 07 RW 04 Tanah Baru, Bogor Utara, serta Perumahan Cimanggu Permai 1, Kecamatan Tanah Sareal.
Hujan deras juga menyebabkan tanah longsor di Jalan Villa Citra Bantarjati 3, Blok E No.5, RT 04/RW 18, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Material longsoran dilaporkan menimpa tembok rumah warga di lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi terdampak.
“Ada beberapa, masih proses ke lokasi,” ujar Dimas.
Ia menyebut banjir lintasan terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Ranggamekar, Tanah Baru, Tegallega, serta Baranangsiang dan Babakan Asem warga pun diimbau tetap waspada dan menghindari berteduh di bawah pohon maupun baliho saat hujan dan angin kencang berlangsung.
BPBD Kota Bogor membuka layanan pengaduan melalui Hotline PUSDALOPS di nomor WhatsApp 0888 0911 2569 serta media sosial resmi untuk laporan kejadian darurat.
“Kami tetap siaga untuk mengantisipasi bencana yang terjadi,” tambahnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprakirakan wilayah Bogor masih berpotensi diguyur hujan hingga pertengahan April 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia, menjelaskan kondisi tersebut masih sesuai dengan pola musim. Berdasarkan prediksi awal musim kemarau 2026, wilayah Jawa Barat mengalami peralihan secara bertahap dan Bogor bukan termasuk wilayah yang lebih dulu memasuki musim kemarau.
Ia menambahkan, sebagian wilayah Bogor termasuk dalam tipe hujan monsunal tipe I, yang tidak memiliki perbedaan tegas antara musim hujan dan kemarau sehingga hujan masih dapat terjadi hampir sepanjang tahun.(uma)
Editor : Eka Rahmawati