RADAR BOGOR - Mahasiswa di Kota Bogor diajak menjadi penguasa di negeri sendiri. Hal ini mengemuka dalam kegiatan bedah buku Trilogi Pribumisme.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Boemiputra Nusantara yang bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Pakuan (Unpak) Bogor pada Jumat, 17 April 2026 siang.
Penulis Trilologi Pribumisme, M.D La Ode mengungkapkan proses penulisan buku tersebut sudah berlangsung selama empat tahun silam.
“Saya meniliti peta kekuatan etnis Timur. Studi kasus Jepang, Korea, pada akhirnya riset tersebut ditemukan satu teori Trilogi Pribumisme,” ujar La Ode.
Baca Juga: Sekda Tegaskan ASN Pemkab Bogor Harus Proaktif dan Berbasis Kinerja, Tak Ada Lagi Faktor Kedekatan
La Ode menjelaskan bahwa capaian yang diraih oleh negara etnis Timur disebabkan imbas mereka cinta dengan tanah airnya dan ini mesti dicontoh oleh Indonesia.
“Jepang, Korea hancur saat perang dunia kedua tapi mereka bisa leading lebih jauh ketimbang Indonesia, ternyata kuncinya cuma satu membangun bangsa,” jelasnya.
Mahasiswa bisa merealisasikan teori Trilogi Pribumisme. Salah satu caranya dengan resolusi konflik. Artinya menyelesaikan masalah secara damai tanpa perselisihan.
“Dan hasil akhir dari tulisan ini saya berharap bahwa generasi pemuda atau mahasiwa ini dapat menjadi penguasa di negeri sendiri,” jelas La Ode.
Dewan Penasehan Forum Silaturrahim Boemipoetra Nusantara (FSBN) Marsekal TNI (Purn) Imam Syufaat menjelaskan mahasiswa juga mesti getol belajar sejarah.
Indonesia disebutnya kaya akan nilai-nilai sejarah. Dengan belajar atas kejadian masa lampau maka mahasiswa akan memiliki nilai-nilai patriotisme.
“Jangan lagi sungkan untik pergi ke museum, bangsa kita ini besar karena sejarah. Belajarlah sejarah supaya tumbuh nilai patriotisme,” terang Imam.
Dekan Fakultas Hukum Unpak Bogor, Eka Ardianto Iskandar menyebut peluang anak muda untuk bisa jadi penguasa di negeri ini masih sangatlah besar.
Baca Juga: Perdalam Ilmu Jurnalistik Sejak Dini, Siswa SDIT Insantama Pilih Radar Bogor Jadi Tempat Belajar
Masih banyak post-post atau jabatan yang bisa diisi oleh pribumi. Mereka bisa menjadi perwakilan rakyat atau bahkan menjadi pemimpin suatu daerah.
“Saya sebagai dekan mendukung kegiatan yang dilaksnakan FSBN ini, Supaya menginside mashsiwa bahwa mereka harus punya jiwa patriotik dan tahu bahwa bangsa pribumi ini Indonesia asli,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati