RADAR BOGOR – Kegiatan pendidikan politik bertajuk Ritme Demokrasi kembali digelar di Kota Bogor. Program inisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat ini berlangsung di Sribaduga, Balai Kota Bogor, Jumat, 17 April 2026.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Eko Prabowo menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong proses demokratisasi, khususnya bagi kalangan pemilih pemula.
“Ini merupakan inisiasi Bakesbangpol Provinsi di Kota Bogor dan merupakan penyelenggaraan kelima dalam bentuk acara Ritme Demokrasi. Ini adalah sebuah inisiasi yang sangat bagus untuk proses demokratisasi dan menyadarkan pemilih pemula,” ujar Eko.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, Gen Z memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi ke depan.
“Keikutsertaan Gen Z terhadap masyarakat dan bangsa sangatlah penting agar mereka turut serta dalam pesta demokrasi. Kesadaran mereka digugah melalui berbagai materi dari narasumber yang hadir,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat, Ruliadi mengungkapkan kegiatan serupa ditargetkan berlangsung di 31 titik yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat sepanjang 2026.
“Kita mengadakan kegiatan pendidikan politik yang rencananya tahun ini dilaksanakan di 31 titik, tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Kita ingin menumbuhkan dan meningkatkan literasi politik anak-anak muda,” kata dia.
Baca Juga: Empat Trayek Angkot dari Kabupaten ke Kota Bogor Segera Jalani Sistem Shifting, Berikut Daftarnya
Ia menjelaskan, tingkat partisipasi pemilih di Jawa Barat pada Pilkada 2024 masih berada di angka 68 persen dari total sekitar 36 juta pemilih. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan dalam penguatan demokrasi.
“Jika kita melihat data pada Pilkada 2024 misalnya, tingkat partisipasi pemilih di Jawa Barat itu hanya 68 persen. Ini tentu menjadi tantangan bagi kita,” jelasnya.
Menurutnya, komposisi pemilih saat ini didominasi oleh generasi muda dengan persentase mencapai 53 persen. Namun, tingginya jumlah tersebut belum berbanding lurus dengan tingkat partisipasi di tempat pemungutan suara.
“Jika tingkat partisipasi di TPS baru 68 persen, berarti ada sekitar 12 juta pemilih yang tidak hadir, dan porsi terbesarnya pasti dari kalangan anak muda,” ungkapnya.
Ruliadi menilai masih banyak generasi muda yang bersikap apatis terhadap politik. Anggapan bahwa politik merupakan hal yang kotor dan tidak relevan menjadi salah satu penyebab rendahnya partisipasi.
“Mereka sering beranggapan bahwa politik itu kotor dan hanya urusan orang tua. Padahal setiap keputusan dan kebijakan politik akan berdampak langsung pada diri mereka,” ujarnya.
Baca Juga: Sambut Hardiknas 2026, Grit Prospera Hadirkan Gerbang Cendekia Kids Center di Kota Bogor
Melalui kegiatan Ritme Demokrasi, pihaknya menekankan pentingnya peningkatan literasi politik, termasuk kemampuan menyaring informasi serta menangkal hoaks di media sosial.
“Tiga tujuan utama kita, yaitu menangkal hoaks, menyaring informasi politik, dan menggugah kesadaran akan hak konstitusional,” katanya.
Di Kota Bogor sendiri, dari sekitar 800 ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 33 persen di antaranya merupakan Gen Z. Secara umum, proporsi pemilih pemula di kabupaten/kota di Jawa Barat berada pada kisaran 30 hingga 50 persen.(uma)
Editor : Eka Rahmawati