RADAR BOGOR - Di Kota Bogor fondasi konsep transisi energi bakal mulai terwujud melalui Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah.
Model pendidikan ini menggabungkan pendalaman agama Islam, penguatan sains-teknologi, dan pembentukan karakter ekologis yang responsif terhadap isu keberlanjutan.
Meski sudah di-launching, pesantren ini masih dalam tahap persiapan dan akan menerima siswa baru pada tahun ini. Melalui pesantren ini pula Muhammadiyah akan melahirkan generasi progresif dan sustainable hingga menguasai sains dan teknologi, serta memiliki kepemimpinan dan kepedulian terhadap keberlanjutan alam.
Hal itu dibenarkan oleh Ketua Majelis Strategis dan Kerja Sama Muhammadiyah Kota Bogor, Abdul Rachmat Saleh. Pesantren tersebut menjadi yang pertama dibangun di Bogor Raya. Rencananya, pesantren itu salah satunya akan menjadi fondasi bagi konsep transisi energi yang telah digaungkan Muhammadiyah pusat melalui gerakan 1000 Cahaya.
Pesantren tersebut, kata dia, sudah dijabarkan kepada Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. Pemerintah Kota Bogor mendukung penuh kehadiran salah satu pusat pendidikan tersebut.
Ia menjabarkan, kurikulum pesantren juga bakal menitikberatkan pada kurikulum lingkungan secara berkeadilan. Menurutnya, Muhammadiyah tidak boleh ketinggalan pada aspek teknologi maupun aspek manusia.
Baca Juga: Transisi Energi dari Pinggiran Kampung Cisadon Bogor: Dulu Putaran Turbin, Kini Pakai Tenaga Surya
"Justru kita harus jadikan kader unggul, yang siap terjun ke lapangan dan siap memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara," terangnya kepada Radar Bogor.
"Ini buat bukan kader Muhammadiyah secara khusus, tapi secara keseluruhan untuk masyarakat dan lingkungan. Karena semakin tinggi SDM di masyarakat, akan semakin bagus, baik secara ekonomi, kualitas, atau IPM sendiri. Jadi, tentu nanti pendidikan ini ada efek dominonya," sambungnya lagi.
Ia menekankan bahwa Muhammadiyah berdakwah tidak sebatas lisan, melainkan aksi nyata yang berkelanjutan.
"Kita harapkan bagaimana kecenderungan efek dominonya terhadap organisasi maupun lingkungan," imbuhnya.
Ia tak menampik, persoalan energi memang menjadi salah satu concern yang sedang banyak dibahas. Pasalnya, sumber daya energi di Indonesia semakin berkurang. Akan tetapi, sumber energi dari alam masih melimpah dan belum dioptimalkan.
Baca Juga: Soal PLTS di Kampung Cisadon Bogor, Pengamat: Akses Listrik Bersih Jadi Cahaya Baru
Hal itulah yang berupaya digalakkkan melalui berbagai kegiatan Muhamamdiyah Kota Bogor, termasuk melalui cikal bakal SDM yang dilahirkan Pesantren Eco-Saintek.
"Kemaslahatan umat akan semakin nyata tatkala kehadiran orang Muhammadiyah tampak nyata dalam membangun sinergi, energi, dan SDM," tutupnya.(cr1/mam)
Editor : Eka Rahmawati