RADAR BOGOR – MinyaKita langka di sejumlah pasar Kota Bogor dalam dua pekan terakhir akibat tersendatnya distribusi, Pemkot Bogor pun menyiapkan langkah intervensi melalui operasi pasar.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengaku telah mengetahui hal tersebut dan telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menelusuri persoalan tersebut, khususnya dari sisi distribusi komoditas pangan.
“Kita butuh informasi yang lebih akurat agar bisa mendorong percepatan distribusi kebutuhan pokok di sini,” kata Dedie Rachim saat ditemui di Perpustakaan Kota Bogor, Minggu, 19 April 2026.
Ia menegaskan, Pemkot Bogor tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut, jika memang diperlukan, langkah intervensi melalui operasi pasar akan segera dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang.
“Saya minta agar ini dianalisis oleh dinas; kalau memang dibutuhkan, kita akan adakan operasi pasar,” tegasnya.
Kelangkaan MinyaKita juga berdampak langsung pada pelaku usaha kecil, salah satunya dirasakan Arna, penjual gorengan di kawasan Alun-Alun Kota Bogor yang mengaku terpaksa mengoplos minyak goreng untuk tetap bisa berjualan.
Menurutnya, MinyaKita masih bisa ditemukan di wilayah Pasar Parung, tetapi dengan jumlah terbatas sehingga harus dicampur dengan minyak goreng non-subsidi yang harganya lebih mahal.
Baca Juga: Longsor di Curug Mekar Kota Bogor, BPBD Usulkan Pembangunan TPT
“Sampai ke Pasar Parung, cuma harus dioplos sama minyak yang mahal biar bisa tetep dagang, dikecilin orang komen, dinaikin harganya sama aja, jadi yaudah biasa aja,” ujar Arna.
Sebelumnya, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Jenal Abidin, membenarkan stok MinyaKita di pasar-pasar Kota Bogor saat ini kosong dan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi.
“Hasil laporan staf kami, dan saya cek ke pasar sekarang belum ada lagi di pasar, saya cek ke Jambu Dua, Gunung Batu juga belum ada,” jelas Jenal.
Menurut Jenal biasanya distribusi MinyaKita ke pasar dilakukan melalui UBMart PPJ, tetapi dalam dua pekan terakhir, tidak ada pasokan yang masuk.
“Biasanya UBMart PPJ mensuplai, sekarang kurang lebih dua minggu belum ada,” katanya.
Dalam kondisi normal, Kota Bogor mendapat alokasi sekitar 3.000 dus MinyaKita setiap bulan, distribusi dilakukan secara bertahap ke pasar-pasar yang berada di bawah pengelolaan PPJ.(uma)
Editor : Eka Rahmawati