Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

MinyaKita Langka di Pasar Kota Bogor, Pemkot Segera Operasi Pasar

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 19 April 2026 | 19:41 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat menyampaikan keterangan soal kelangkaan Minyakita. (Fikri/Radar Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat menyampaikan keterangan soal kelangkaan Minyakita. (Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – MinyaKita langka di sejumlah pasar Kota Bogor dalam dua pekan terakhir akibat tersendatnya distribusi, Pemkot Bogor pun menyiapkan langkah intervensi melalui operasi pasar.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengaku telah mengetahui hal tersebut dan telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menelusuri persoalan tersebut, khususnya dari sisi distribusi komoditas pangan.

“Kita butuh informasi yang lebih akurat agar bisa mendorong percepatan distribusi kebutuhan pokok di sini,” kata Dedie Rachim saat ditemui di Perpustakaan Kota Bogor, Minggu, 19 April 2026.

Baca Juga: Kabar Gembira KPM, Bansos PKH Tahap 2 Sudah Masuk Final Closing per 19 April 2026, Ini Perkembangan BPNT dan PIP Termin 1 yang Masih Berjalan

Ia menegaskan, Pemkot Bogor tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut, jika memang diperlukan, langkah intervensi melalui operasi pasar akan segera dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang.

“Saya minta agar ini dianalisis oleh dinas; kalau memang dibutuhkan, kita akan adakan operasi pasar,” tegasnya.

Kelangkaan MinyaKita juga berdampak langsung pada pelaku usaha kecil, salah satunya dirasakan Arna, penjual gorengan di kawasan Alun-Alun Kota Bogor yang mengaku terpaksa mengoplos minyak goreng untuk tetap bisa berjualan.

Menurutnya, MinyaKita masih bisa ditemukan di wilayah Pasar Parung, tetapi dengan jumlah terbatas sehingga harus dicampur dengan minyak goreng non-subsidi yang harganya lebih mahal.

Baca Juga: Longsor di Curug Mekar Kota Bogor, BPBD Usulkan Pembangunan TPT

“Sampai ke Pasar Parung, cuma harus dioplos sama minyak yang mahal biar bisa tetep dagang, dikecilin orang komen, dinaikin harganya sama aja, jadi yaudah biasa aja,” ujar Arna.

Sebelumnya, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Jenal Abidin, membenarkan stok MinyaKita di pasar-pasar Kota Bogor saat ini kosong dan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi.

“Hasil laporan staf kami, dan saya cek ke pasar sekarang belum ada lagi di pasar, saya cek ke Jambu Dua, Gunung Batu juga belum ada,” jelas Jenal.

Menurut Jenal biasanya distribusi MinyaKita ke pasar dilakukan melalui UBMart PPJ, tetapi dalam dua pekan terakhir, tidak ada pasokan yang masuk.

“Biasanya UBMart PPJ mensuplai, sekarang kurang lebih dua minggu belum ada,” katanya.

Baca Juga: Anti Ordal, Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 Dipastikan Adil dengan Sistem CAT BKN, Ini Alasannya

Dalam kondisi normal, Kota Bogor mendapat alokasi sekitar 3.000 dus MinyaKita setiap bulan, distribusi dilakukan secara bertahap ke pasar-pasar yang berada di bawah pengelolaan PPJ.(uma)

Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #MinyaKita #operasi pasar