
RADAR BOGOR – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menghadirkan moda transportasi massal berbasis rel ringan atau trem disebut segera terwujud. Proyek tersebut telah mengantongi dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Kepastian itu disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, usai melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub di Gedung Karsa, Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Jumat, 17 April 2026.
Dalam keterangannya, Minggu, 19 April 2026, Dedie mengungkapkan rencana pembangunan trem mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Ini berarti Pemkot bisa terus melanjutkan program hingga benar-benar terealisasi.
“Dari pembahasan kemarin, rencana trem mendapat dukungan, insyaallah ini bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Dedie.
Menurutnya, kehadiran trem menjadi kebutuhan mendesak bagi Kota Bogor dalam menjawab persoalan kemacetan yang kian meningkat, terutama di kawasan pusat kota, moda transportasi ini diharapkan mampu menjadi alternatif baru bagi mobilitas warga.
“Ini akan menjadi langkah alternatif untuk sistem transportasi perkotaan di masa depan, sekaligus mengurangi beban lalu lintas,” jelasnya.
Dedie menambahkan, Pemkot Bogor telah menyiapkan sejumlah kajian awal sebelum mengajukan dukungan ke Kemenhub. Kajian tersebut mencakup aspek teknis hingga kelayakan proyek.
“Kota Bogor sudah memulai dengan kajian-kajian yang cukup komprehensif, tinggal masuk ke tahapan berikutnya,” ucapnya.
Selain proyek trem, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah agenda lain di sektor perkeretaapian. Di antaranya rencana pengoperasian Stoplet Sukaresmi untuk mengurai kepadatan penumpang di Stasiun Bogor.
Kemudian, penataan akses Stasiun Ciomas-Rancamaya, serta rencana penutupan perlintasan sebidang di sejumlah titik rawan kecelakaan seperti di Kebon Pedes dan Jalan MA Salmun. (uma)
Editor : Eka Rahmawati