Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cerita Penulis Asal Bogor Dewi Pandji, Tak Mau Kalah dengan Generasi Muda, Tetap Produktif di Usia Senja

Fikri Rahmat Utama • Senin, 20 April 2026 | 13:02 WIB
Dewi Pandji bercerita soal karirnya saat ditemui di kediamannya. (Foto: Aziz/Radar Bogor)
Dewi Pandji bercerita soal karirnya saat ditemui di kediamannya. (Foto: Aziz/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Di usia 75 tahun, Dewi Pandji tetap menunjukkan semangat berkarya yang tak surut. Mantan jurnalis LKBN Antara itu masih aktif menulis dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial di Kota Bogor.

Saat ditemui di kediamannya yang bergaya klasik, Dewi Pandji tampak bugar. Ia terlihat santai berbincang bersama kerabatnya, sembari sesekali tersenyum ketika menceritakan perjalanan hidupnya sebagai jurnalis hingga penulis.

Ia mengaku, kini kesehariannya lebih banyak diisi sebagai seorang nenek. Namun di sisi lain, Dewi Pandji juga terus menjaga produktivitas dengan menulis serta memperdalam nilai-nilai spiritual.

Baca Juga: Banjir Kiriman Bogor Terjang Cinere Kota Depok, Akses Jalan Sampai Terputus 

“Keseharian saya sekarang sebagai nenek yang ingin banyak bertemu sahabat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setelah purna bakti dan suami meninggal, saya kembali fokus menulis,” ujarnya, Minggu 19 April 2026.

Dewi Pandji mulai serius menekuni dunia menulis sejak 2004. Awalnya, ia mengangkat kisah-kisah kehidupan perempuan di sekitarnya. 

Seiring waktu, tema tulisannya berkembang dengan mengangkat Kota Bogor dari berbagai sisi.

Baca Juga: Catat! Solusi Cek Bansos Data Penerima Tidak Terdaftar, Prosedur Penurunan Desil dan Pantauan Saldo di Wilayah

Mulai dari sejarah, kuliner, hingga potensi wisata, ia tuangkan dalam bentuk buku. Baginya, menulis bukan sekadar hobi, melainkan juga bentuk kontribusi untuk memperkenalkan Bogor lebih luas.

“Saya ingin orang tahu Bogor itu bukan hanya Kota Hujan. Lewat buku, saya berharap orang tertarik datang dan mengenal lebih jauh,” katanya.

Hingga saat ini, Dewi telah menerbitkan sekitar 10 buku dengan tema yang beragam.

Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele! Ini 5 Larangan bagi Pekurban yang Wajib Diperhatikan Umat Islam Jelang Hari Raya Idul Adha

Di antaranya buku sejarah Jalan Panjang Bogor, buku bertema keluarga seperti Bunda Jangan Baper, hingga buku kesehatan berjudul Stroke Bukan Akhir Segalanya.

Buku terbarunya sendiri mengangkat berjudul Bogor Tersenyum dalam Keberagaman yang berfokus pada kerukunan umat.

Pengalamannya selama 20 tahun sebagai jurnalis membentuk karakter kuat dalam setiap tulisannya.

Ia mengaku tetap memegang prinsip jurnalistik dengan mengandalkan wawancara langsung sebagai sumber utama.

Baca Juga: Mengapa Soal TKA SD Panjang? Ini Jawaban Wamendikdasmen

“Saya tidak suka hanya mengambil dari Google. Harus ketemu langsung dengan narasumber supaya ceritanya hidup. Darah jurnalis itu tidak boleh hilang,” tegasnya.

Menurutnya, pendekatan langsung kepada narasumber membuat tulisan menjadi lebih hidup dan memiliki kedalaman.

Hal itu pula yang membuat ia tetap konsisten menjaga kualitas dalam setiap karya yang dihasilkan.

Baca Juga: Harga LPG Non Subsidi Naik, Pangkalan di Kota Bogor Khawatir Dagangannya Tak Laku Dijual

Di balik produktivitasnya, Dewi memiliki motivasi yang sederhana namun kuat. Ia ingin memberikan contoh kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dan terus berkarya, apapun kondisinya.

“Saya ingin memotivasi generasi muda, termasuk jurnalis muda dan anak cucu saya. Masa kalah dengan ibu-ibu yang sudah senior? Neneknya saja masih sanggup, masa yang muda tidak,” ucapnya.

Selain aktif menulis, Dewi Pandji juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Baca Juga: Jangan Asal Tersangka, Jaksa Agung Soroti Penanganan Kepala Desa Soal Penggunaan Dana Desa, Asal Bukan Digunakan Kepentingan Pribadi

Ia tercatat sebagai Ketua Majelis Taklim Al Amaniah, penasihat Majelis Taklim Al Hikmah Bogor, serta penasihat Komunitas Cinta Berkain Indonesia cabang Bogor.

Melalui aktivitas tersebut, ia berharap dapat terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, khususnya bagi kaum perempuan.

Dalam karya-karyanya, Dewi juga banyak mengangkat sisi keberagaman Kota Bogor.

Ia menilai, kota ini memiliki tingkat toleransi yang tinggi serta masyarakat yang terbuka terhadap perbedaan.

Baca Juga: Polisi Kembali Ringkus Pengedar Obat Terlarang di Citeureup Bogor, Total 4 Pelaku Ditangkap Dalam 3 Hari

“Bogor itu unik. Walaupun didominasi Sunda, tapi sangat terbuka dan toleran. Saya mengalami sendiri sejak sekolah, berteman dengan berbagai suku dan agama sampai sekarang,” tuturnya.

Ia bahkan mengaku menjadi saksi hidup bagaimana nilai toleransi itu tumbuh sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah. Pengalaman tersebut terus ia bawa hingga sekarang, termasuk dalam karya tulisnya.

Menurutnya, keberagaman di Bogor tidak hanya terlihat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam berbagai kegiatan budaya yang melibatkan banyak pihak.

Baca Juga: Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Jadi Sorotan, Bisa Setara BUMN? Segini Nominalnya

“Kalau lihat perayaan seperti Cap Go Meh di Bogor, semua membaur jadi satu. Bukan cuma etnis tertentu, tapi juga masyarakat lokal ikut meramaikan,” katanya.

Pada peringatan Hari Kartini 2026, Dewi pun menyampaikan pesan bagi perempuan, terutama ibu rumah tangga, agar tetap berdaya dan produktif.

“Berkarya itu tidak harus meninggalkan rumah. Banyak perempuan bisa sukses dari rumah. Apapun keahliannya, terus dikembangkan,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Porprov Jabar 2026, Tim Sepakbola Putri Kabupaten Bogor Pulihkan Kondisi Fisik Pemain pada Latihan Perdana

Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan era digital secara bijak. Menurutnya, perkembangan teknologi harus menjadi sarana untuk berkarya, bukan sebaliknya.

“Era digital itu sangat membantu, tapi jangan sampai anak muda terjebak hal negatif. Gunakan untuk hal positif dan berkarya,” pesannya.

Bagi Dewi Pandji, usia bukanlah batas untuk berhenti berkarya. Selama masih memiliki semangat dan kemauan, setiap orang memiliki kesempatan untuk terus produktif dan memberi manfaat bagi sesama. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#Dewi Pandji #kota bogor #jurnalis