RADAR BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah memutar otak untuk memperbarui armada pemadam kebakaran (damkar) dan kendaraan penyelamat (rescue) yang kondisinya dinilai sudah tidak layak pakai.
Keterbatasan anggaran membuat Pemkot Bogor tidak bisa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semata. Salah satu langkah yang ditempuh yakni melobi bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga DKI Jakarta.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengakui kondisi keuangan daerah saat ini sedang tidak ideal. Hal itu dipicu adanya pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah.
“Unit-unit kendaraan rescue dan penunjang ini perlu mendapatkan perhatian. Di tengah kondisi sulitnya anggaran karena pemotongan transfer daerah, kita memang harus mencari alternatif,” ujar Dedie, Senin, 20 April 2026.
Baca Juga: Jangan Dulu Panik, Lakukan Ini Jika Status KPM di Aplikasi Cek Bansos Tiba-tiba Jadi Tidak Aktif
Ia menyebut, upaya “jemput bola” akan dilakukan dengan mengajukan permohonan bantuan hibah maupun bantuan keuangan ke pemerintah provinsi.
“Nanti saya akan mencoba mengajukan permohonan bantuan dari Provinsi Jawa Barat maupun dari DKI Jakarta. Mudah-mudahan apapun yang harus kita laksanakan untuk bisa memperbaiki sarana-prasarana pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Bogor ini bisa terealisasi,” tegasnya.
Selain persoalan armada, kondisi markas Damkar Kota Bogor di Jalan KH Abdullah bin Nuh juga menjadi perhatian. Bangunan tersebut dinilai sudah tidak layak dan tidak aman setelah terdampak longsor.
Pemkot Bogor pun berencana merelokasi markas ke lahan bekas Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Curug Mekar, Bogor Barat. Lahan yang hanya 600 meter ini akan direlokasi ke lahan yang lebih besar.
“Nanti kita geser ke area Curug Mekar di atas lahan yang lebih representatif, kurang lebih 2.000 meter persegi. Penertiban (PKL) sudah dilaksanakan, jadi tahun ini kita fokus dari mulai perencanaan sampai tahap pembangunan,” ucapnya.(uma)
Editor : Eka Rahmawati