RADAR BOGOR — Pembangunan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih di Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor terus dikebut dan gerai seluas 600 meter persegi itu ditargetkan rampung pada Mei 2026.
Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Cilendek Timur, Budhi Setya Dharma, menyampaikan bahwa pembangunan telah dimulai sejak Desember 2025, proyek itu dikerjakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara di atas lahan berukuran 30x20 meter.
Menurut Budhi, saat ini pembangunan telah memasuki tahap penyelesaian ruang gerai dan akan dilanjutkan dengan pembuatan atap.
“Insyaallah bulan Mei ditargetkan sudah beres, secara teknis, pengawasan di lapangan dikawal oleh pihak Koramil, Babinsa, dan pelaksana dari kepanjangan tangan Agrinas,” katanya kepada Radar Bogor Senin, 20 April 2026.
Ia menjelaskan, gerai koperasi akan memiliki sejumlah unit usaha, mulai dari minimarket, klinik, apotek mini, hingga gudang pupuk. Untuk mendukung operasional, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah BUMN sebagai pemasok barang.
Budhi menambahkan, meski pembangunan belum rampung, aktivitas bisnis koperasi sebenarnya sudah berjalan, tetapi keterbatasan fasilitas penyimpanan menjadi kendala utama.
“Bisnis koperasi saat ini sudah berjalan, namun karena tempat penyimpanan di gerai belum siap, komoditas seperti minyak dan beras sementara saya taruh di rumah. Untuk gas, kita sudah bermitra dengan agen di Kota Bogor dan punya ID pangkalan, tapi belum bisa dijalankan karena kendala tempat,” jelasnya.
Baca Juga: Cegah Ngutang ke Rentenir, Wali Kota Depok Imbau Gen Z Menikah Sederhana di KUA
Ia menegaskan, koperasi tidak akan berfokus pada simpan pinjam, melainkan pada penguatan usaha melalui gerai. Bahkan, ke depan koperasi ditargetkan dapat menjadi penyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Konsep koperasi ini untuk menggerakkan perekonomian wilayah Cilendek Timur. Kami tidak memprioritaskan simpan pinjam, melainkan aktivasi gerai. Harapannya bisa disinergikan menjadi penyuplai dapur-dapur MBG agar perputaran kas dan nilai ekonomi lebih tinggi,” ucapnya.
Selain itu, koperasi juga akan memberdayakan ratusan UMKM aktif di wilayah Cilendek Timur. Para pelaku UMKM dapat menjadi anggota, memperoleh harga barang lebih murah, serta mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU).
“Kami juga memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal, baik sebagai kasir, petugas gudang, maupun tenaga keamanan, antusiasme masyarakat cukup tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Pengawas Koperasi yang juga Babinsa Cilendek Timur, Agus Himawan, memastikan proses pembangunan berjalan aman dan sesuai standar.
“Dari aspek keamanan tidak ada hambatan. Kendala utama hanya faktor cuaca, terutama curah hujan tinggi pada Desember dan Januari,” ujarnya.
Baca Juga: Jangan Dulu Panik, Lakukan Ini Jika Status KPM di Aplikasi Cek Bansos Tiba-tiba Jadi Tidak Aktif
Ia menegaskan, spesifikasi bangunan yang digunakan telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan pengawasan dilakukan secara rutin oleh pimpinan di lapangan.
Agus juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keberadaan koperasi tersebut.
“Awalnya masih banyak warga yang belum tahu fungsi bangunan ini. Kami jelaskan bahwa koperasi bertujuan membangun perekonomian warga dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjawab kekhawatiran soal dampak terhadap warung kecil,” jelasnya.
Di sisi lain, Lurah Cilendek Timur, Dedy Rusmana, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan koperasi tersebut. Ia menilai proyek ini turut melibatkan masyarakat lokal dan menjaga kondusivitas wilayah.
“Walaupun progresnya memakan waktu, pembangunan tetap berjalan dan lingkungan tetap kondusif. Yang terpenting, banyak warga lokal dilibatkan dalam pekerjaan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kelurahan terus memantau perkembangan pembangunan setiap hari dan berkolaborasi dengan pihak terkait.
“Harapannya koperasi ini bisa mendukung dan melibatkan UMKM di Cilendek Timur. Gerai ini merupakan salah satu dari tiga yang direncanakan di Bogor Barat menjadi yang terbesar,” katanya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati