RADAR BOGOR - Penertiban PKL diperluas. Pemkot Bogor kini menyisir lapak-lapak ilegal yang biasa berjualan di Taman Heulang, Selasa 21 April 2026.
Langkah pernertiban PKL dipimpin langsung Wali Kota Bogor, Dedie Rachim. Ia pun turut mengerahkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dedie sempat berbincang dengan para PKL yang masih berjualan di Taman Heulang. Ia bertanya terkait domisili para pedagang yang ternyata banyak dari luar Kota Bogor.
Para pedagang mendapat peringatan keras dari Dedie terkait prilaku yang dilakukan. Sebagian dari mereka langsung mengangkut gerobaknya secara mandiri.
Hampir setiap sudut Taman Heulang tak lepas dari pantauan. Dedie juga menemukan gerobak dan lapak PKL yang tidak ada pemiliknya.
Tak ingin ambil pusing, gerobak dan lapak PKL tersebut langsung diangkut menggunakan mobol Satpol PP Kota Bogor untuk dibawa ke Mako mereka.
Baca Juga: BKN Tegaskan Isu PPPK Jadi PNS Hoaks, Masyarakat Diminta Waspada
Dedie menduga para PKL sudah mengetahui adanya informasi penertiban ini. Sehingga banyak diantara mereka yang secara mandiri mengangkut lapaknya.
“Kalau hari ini kan pasti sudah bocor lah ya. Pasti sudah pada membersihkan diri sejak semalam tadi,” terang Dedie pada awak media, Selasa 21 April 2026.
Aktivitas PKL lagi-lagi disokong dengan sambungan listrik ilegal. Dedie pun langsung menghubungi pihak PLN untuk segera mencabutnya.
Baca Juga: Cari Makanan Khas Thailand di Bogor? My Thai Kitchen Punya Menu Autentik dan Suasana Nyaman
“Jadi selama sambungan listrik ilegal ini masih terpasang, ya kondisinya tidak akan pernah berhenti,” ujar Dedie.
Penertiban PKL disebut Dedie tidak bisa sekaligus. Semua butuh proses dan strategi yang tepat agar penataan lingkungan bisa dimengerti oleh banyak pihak.
“Satu-satu kita tata, kita atur, kita tertibkan, dan mudah-mudahan pesan ini sampai. Intinya kami punya program penataan, penertiban, termasuk juga membuat spot kuliner Jalan Heulang,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin