RADAR BOGOR - Aliran listrik ilegal lagi-lagi ditemukan Pemkot Bogor. Kini lokasinya dinilai cukup aneh, karena berada di dekat selokan Taman Heulang.
Temuan aliran listrik ilegal itu terungkap saat Pemkot Bogor melakukan penertiban PKL di sekitar kawasan Taman Heulang Selasa 21 April 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim terlihat cukup geram melihat temuan tersebut. Aliran listrik ilegal disebutnya jadi biang kerok maraknya aktivitas PKL.
“Jadi selama sambungan listrik ilegal ini masih terpasang, ya kondisinya tidak akan pernah berhenti, makanya kita sisir yang jadi biang kladi adanya PKL,” jelas Dedie.
Dedie menjelaskan keberadan listrik ilegal ini akibat ulah instalatur gadungan. Mereka adalah orang yang pandai memasang listrik namun diluar dari PLN.
“Kalau saya ngomong sama dengan GM-nya (PLN) memang katanya ada apa namanya, instalatur yang bandel. Mereka ini diluar PLN,” ujar Dedie.
Baca Juga: Bakesbangpol Bogor Siapkan Jambore Ormas 2026, Perkuat Soliditas dan Cegah Konflik
Para pelaku terkadang menggunakan data palsu untuk proses izin ke PLN. Termasuk lokasi yang diajukan tidak sesuai dengan realita di lapangan.
“Mungkin KTP-nya benar tapi lokasinya seperti yang di sini kan, masa di bawah pohon, kan nggak mungkin. Berarti ilegal. Masa meterannya di selokan,” tegas Dedie.
PLN diminta Dedie harus lebih selektif terkait pemberian izin pemasangan aliran listrik. Mereka harus memastikan terkait kebenaran penggunannya.
Baca Juga: Momen Spesial di Coachella 2026, Billie Eilish Jadi One Less Lonely Girl Justin Bieber
“PLN harus jeli. Kalau disuruh pasang meteran di selokan ya jangan mau dong. Gimana mau tertib kotanya kalau unsur-unsur lain tidak mendukung,” ujar Dedie.
Di hari yang sama, Pemkot Bogor langsung menelpon pihak PLN. Aliran listrik ilegal di Taman Heulang langsung dicabut dan kabelnya digunting.
Manajer PLN ULP Bogor Timur, Setiadi menjelaskan bahwa pihaknya memang sudah rutin melakukan penyisiran terkait keberadaan sumber listrik ilegal.
PLN juga sudah membentuk tim khusus yang gencar menertibkan aliran listrik ilegal. Hanya para pelaku pemasok listrik kerap kali kucing-kucingan dengan petugas.
“Kita lakukan penertiban ke seluruh wilayah kerja kami karena memang petugas kami dan luas wilayahnya ini berbanding jauh ya Jadi kita nih seperti kucing-kucingan,” ujar Setiadi.
Setiadi juga turut membongkar modus praktik aliran listrik ilegal. Biasanya kWh meter yang digunakan menggunakan skema pra bayar.
“Yang prabayar ini artinya tidak setiap harinya atau setiap bulannya itu terkontrol atau terbaca oleh petugas kami Billman (Billing Management),” jelasnya.
Personelnya pun sudah diwanti-wanti untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika ditemukan aliran listrik ilegal PLN akan segera mencabut tanpa basa-basi.
“Jika menemukan aliran-aliran ilegal nanti langsung berkomunikasi dengan kami, segera kami turunkan tim P2TL. Seperti itu skemanya,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin