Peresmian dilakukan oleh Yantie Rachim. Ia menyampaikan bahwa pemilihan momen Hari Kartini selaras dengan filosofi anggrek sebagai tanaman yang kuat dan mampu bertahan.
“Anggrek dikenal sebagai tanaman yang tangguh. Harapannya bisa merepresentasikan kekuatan perempuan,” ujar Yantie Rachim.
Baca Juga: KAI Daop 1 Jakarta Sosialisasikan Pencegahan Pelecehan di Hari Kartini 2026
Lebih dari sekadar taman, keberadaan Kebun Anggrek Kartini juga menjadi ajakan dari Pemerintah Kota Bogor agar kaum perempuan semakin peduli terhadap lingkungan. Yantie menilai, proses merawat anggrek mencerminkan ketekunan yang perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kebun ini menampung sekitar 100 varietas anggrek dengan total lebih dari 250 tanaman yang tertata di area taman, sehingga menjadi daya tarik baru sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor, Debbi Chusnul Rozaqi, mengajak pengunjung untuk turut menjaga dan merawat koleksi anggrek yang ada. Ia menekankan bahwa tanaman ini membutuhkan perhatian khusus agar dapat tumbuh optimal.
Baca Juga: Kota Bogor Siap Olah Sampah Jadi Listrik, Ground Breaking PSEL Ditargetkan Juni 2026
Pengunjung juga diimbau untuk tidak sembarangan menyentuh tanaman, mengingat anggrek termasuk jenis bunga yang sensitif dan memerlukan perawatan ekstra.
“Kebun ini terbuka untuk umum, namun masyarakat diharapkan ikut menjaga karena anggrek tidak bisa diperlakukan sembarangan,” pungkasnya.(bay)