Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

PKL di Jalan Pedati Kota Bogor Nego Agar Diizinkan Jualan Kembali, Dedie Rachim : Saya Larang!

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 22 April 2026 | 09:55 WIB
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat berbincang dengan pedagang di Jalan Pedati. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat berbincang dengan pedagang di Jalan Pedati. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Sejumlah PKL di Jalan Pedati, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor nego agar mereka diizinkan berjualan di lokasi tersebut.

Momen ini terjadi saat Wali Kota Bogor, Dedie Rachim bersama jajarannya mengecek aktivitas PKL di Jalan Pedati, Rabu 22 April 2026 pagi.

Dedie saat itu tengah menyusuri Jalan Pedati. Setiap sudut di lokasi tersebut tak luput dari pantauannya. Mulai dari kios, drainase hingga trotoar.

Baca Juga: Nama Penerima Bantuan PKH Tahap 2 Tiba-Tiba Muncul, Begini Skema Pencairan Bansos Lewat Bank Penyalur

Tiba-tiba Dedie dihampiri seorang ibu-ibu. Mereka pun akhirnya berbincang cukup panjang. Perempuan tersebut meminta agar penertiban PKL di Jalan Pedati dihentikan.

Ia sempat menunjuk-nunjuk trotoar dan berharap lapaknya bisa kembali digelar. Perempuan itu mengaku tidak sanggup bayar kalau harus jualan di kios.

Ia sendiri jualan ikan tongkol dan mengaku sudah lama mengais rezeki di Jalan Pedati.

Baca Juga: Lewat lagu Rabun Jauh, Penyanyi Muda Bernadya Puncaki Musik Trending YouTube Indonesia

Ia juga sengaja menunggu kedatangan Dedie Rachim untuk mengungkapkan harapannya.

Namun Dedie tetap berada pada prinsipnya. Permintaaan PKL untuk bisa jualan kembali di area trotoar di Jalan Pedati ditolak mentah-mentah.

“Saya larang. Kan intinya Pemerintah Kota Bogor tidak melarang berjualan selama memenuhi aturan dan ketentuan,” kata Dedie saat dikonfirmasi.

Baca Juga: ‎Tata Kelola MBG Dinilai Buruk, BEM se-Bogor Desak Presiden Copot Kepala BGN

Dedie mengajak kepada para PKL yang masih bandel untuk ikut aturan yang berlaku. Mereka diminta untuk berjualan di kios-kios yang ada di Pasar Jambu Dua.

Ada beberapa alasan yang membuat PKL enggan hengkang ke Pasar Jambu Dua. Mereka kadung punya custumer tetap yang biasa memborong dagangannya.

“Terus mungkin akses angkutan ya. Tadi beliau minta angkutannya coba pak diberikan apa namanya kelonggaran lah untuk bisa masuk ke dalam pasar,” ujarnya.

Penertiban PKL disebut Dedie memberikan efek domino terhadap kebersihan lingkungan. Timbulan sampah yang biasa terjadi berkurang cukup signifikan.

Baca Juga: Saldo PIP dan Paket Pangan 20 Kg Mulai Cair Bertahap, Cek Daftar Penerima dan Besaran Dananya di Sini

“Biasanya 20 ton per hari. Hari ini dari laporan DLH berkurangnya sangat signifikan, kurang lebih sekitar 8 ton,” terang Dedie pada awak media.

Pemkot Bogor digaransi Dedie selalu berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik. Termasuk akses nyaman bagi pedagang berjualan.

“Memang PR-nya adalah bagaimana para pedagang yang kita relokasi ke Jambu Dua dan ke Sukasari itu juga mereka bisa nyaman. Pelanggan bisa mengakses ke mereka,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#Dedie Rachim #pkl #Jalan Pedati